
NEWSNESIA.ID, GORONTALO – ketua Forum Dosen IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. Sahmin Madina mengingatkan penanganan yang serius secara kolektif agar angka kasus COVID-19 di Gorontalo pada khususnya bisa di bawah 0.1 persen.
“Jadi, ayo kita bergerak bersama. Hentikan berwacana, kita eksekusi, ‘backup’ baik-baik perawat,para medis yang bertugas untuk kemanusiaan kemudian kita rencanakan mensukseskan ‘kami sudah vaksin’,” ujar Sahmin Madina, Selasa (23/3/2021).
Menurut Sahmin Madina, penerapan tatanan normal baru masih sulit dilakukan jika kasus Covid-19 masih terus terjadi.
“Kalau melanda ini apa yang harus kita lakukan. Jangan dulu berpikir normal dan lain sebagainya, tapi saya setuju bila kita vaksin diri kita dan keluarga untuk menjaga kesehatan kita bersama,” ujar Sahmin lagi.
Pria gaul yang dikenal cepat akrab dengan siapa saja ini menambahkan, koordinasi yang baik seluruh dilevel kampus yang berhimpun dalam wadah forum dosen hang melingkupi IAIN, UT, UNU, STIMIK BINA TARUNA dan ICHSAN ini adalah langkah yang baik.
“In sya Allah akan direncanakan vaksinasi kolektif di tingkat civitas akademik dalam minggu ini yang rencananya dipusatkan di Rektorat IAIN Sultan Amai Gorontalo,” tambah Sahmin Madina.
Allhamdulillah kata Sahmin, rencana vaksinasi kolektif ini mendapat respon baik dari Rektor dan jajaran kampus IAIN. Olehnya itu atas nama forum dosen mengucapkan terima kasih kepada petugas /medis ( Dinas Kesehatan Provinsi) yang tidak henti-hentinya melaksnakn tugas vaksiniasi.
“Saat ini kita harus bahu -membahu untuk melaksanakan vaksinasi secara kolektif (covid 19) tidak boleh lagi ada yang berjalan secara sendiri-sendiri,” tegas Sahmin Madina.
“Karena kurvanya naik dan langkah-langkah antisipasi kita belum terkoneksi dengan baik, belum satu padu. Bahkan, di koran/ media wktronik kita masih melihat perbedaan-perbedaan wacana, perbedaan pendapat, saling menyalahkan antara satu dengan lainnya,” sambungnya.
Terakhir kata Sahmin, Rektor IAIN Sultan Amai Dr,Lahaji mensuport agenda forum dosen yang merencanakan vaksinasi kolektif antar kampus di Gorontalo khususnya fokus menekan angka penyebaran COVID-19 sembari melakukan sosialisasi menuju tatanan normal baru sesuai instruksi Presiden Joko Widodo.
“Apa yang dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi itu agar ketika Gorontalo sudah masuk tahap daerah bebas covid maka tentunya diizinkan dan memudahkan dalam pelaksanaan perkuliahan kembali sebagaimana mestinya,” pungkasnya.(im/NN)























