
Oleh : Anki Priutama Putra
Pemilu 2024 tinggal 156 hari lagi atau kalau dalam versi salah satu Akademisi UNG, Funco Tanipu Pemilu 2024 itu tersisa 55 hari lagi. Satu hal yang pasti bahwa ini akan menjadi hari-hari yang menentukan bagi Parpol, Caleg, tim sukses dan masyarakat yang suaranya akan diperebutkan.
Sejumlah caleg dari seluruh parpol peserta Pemilu 2024 bersama timnya mulai masif bersosialisasi menawarkan ide, gagasan, janji politik, hingga bahkan materi tak terkecuali di Provinsi Gorontalo.
Menariknya, di provinsi dengan DPT 881.206 jiwa tersebut setiap musim politik, istilah ‘koprol’ yang memiliki arti memuji seseorang dengan cara berlebihan dibumbui sandiwara atau semacam hiperbola untuk maksud tertentu sering terdengar atau diucapkan di hari-hari menentukan ini.
Sudah menjadi rahasia umum, jika tidak sedikit dari oknum tim sukses atau bahkan masyarakat awam memanfaatkan momentum politik 5 tahunan ini untuk meraup pundi-pundi rupiah. Tentu saja salah satu cara yang dilakukan adalah kuat bakoprol atau bisa diistilahkan Koprol Politik.
Tak tanggung-tanggung, oknum tim sukses saat bakoprol kerap memberi janji dapat memastikan ratusan hingga ribuan suara bagi si Caleg jika mereka yang berjuang terjun ke masyarakat. Tak jarang meme lucu pun menghiasi beranda media sosial merespon fenomena Koprol Politik tersebut hingga banyak netizen yang meminta kenapa bukan si oknum tim sukses saja yang jadi calegnya jika bisa meraih ribuan suara.
Menghadapi fenomena di Gorontalo yang demikian tentu ini bisa berdampak bagi para parpol peserta maupun para Caleg nantinya. Sehingga strategi benar-benar harus secara matang dipersiapkan.
Dalam sebuah bincang-bincang dengan salah satu caleg muda, yang menceritakan pengalamannya, saking parahnya fenomena Koprol Politik ini bahkan pernah ada warga yang meminta bentor kepadanya dengan janji ia bisa menjamin ratusan suara.
Sosok caleg muda itupun sontak menjawab dengan nada lembut meminta doa restu agar jika ia terpilih nanti barulah ia akan menyanggupi permintaan (bentor) dari si warga.
Seolah belajar dari hal tersebut, para politisi mapan dan punya jam terbang pengalaman yang luas seolah telah memiliki trik khusus untuk menghadapi Koprol Politik.
Tidak sedikit mereka dengan gaya Politik Koprol juga, menjanjikan berbagai hal ke masyarakat yang bahkan kadang diluar nalar dengan dibumbui sejumlah iming-iming semu.
Sehingga pada hari-hari menentukan ini kita akan banyak menyaksikan fenomena Koprol Politik VS Politik Koprol, aksi saling balas koprol antara si tim sukses/masyarakat dengan si caleg.
Tentang siapa yang akan lebih kuat hegemoninya, apakah Koprol Politik atau Politik Koprol semoga tetaplah tidak menciderai dan melanggar aturan main yang telah ditetapkan oleh KPU sebagai penyelenggara dan peran Bawaslu dalam pengawasan diharapkan berjalan dengan maksimal demi terciptanya Pemilu 2024 yang damai, jujur, adil, dan bersih sehingga menghasilkan para pemimpin yang berkualitas di Gorontalo.




















