
NEWSNESIA.ID, GORONTALO- Pergeseran elit politik dalam rangka menghadapi Pemilu serentak 2024 merupakan keniscayaan, mengingat peran dan artikulasi politik masing-masing elite sebelum dan menjelang pemungutan suara menentukan nilainya.
Dosen Ilmu Politik Islam AIN Sultan Amai Gorontalo Dr.Sahmin Madina, M.Si, setidaknya ada empat unsur yang berpengaruh kuat bisa meraup simpati voters pada Pemilu 2024.
Pertama, kata Sahmin Madina, citra kandidat atau elite mempunyai pengaruh dalam proses keterpilihanya. Pertarungan politik bukan lagi partai melainkan pertarungan antar calon bahkan di internal partaipun cukup kuat.
“Keterpilihanya adalah upaya hasil kampanye politik yang menawarkan agenda-agenda perubahan dan pogram yang akan dilakukan oleh calon memiliki nilai tersendiri dalam proses pemilihan,” jelas Sahmin Madina.
Kedua, dukungan modal politik sangat menetukan keterpilihan calon.
Ketiga, dukungan modal sosial menjadi bagian utama dalam proses pemilihan politik. Artinya calon yang berhasil membangun jaringan sosial yang efektif dengan berbagai komunitas.
Keempat, Politik patronase dan klientalisme ikut menentukan keterpilihan calon dalam Pemilu.
Artinya sejumlah calon terpilih pada lembaga legislatif bukan karena ketokohan dan relasi sosial melainkan hasil pola hubungan yang bersifat bersifat simbois mutualisme.
“Oleh karena itu pendidikan politik bermartabat menjadi sangat penting sebagai landasan etika politik dan landasan moral untuk membatasi politik praktis yang menggunakan istrumen uang,” pungkas Sahmin Madina.(NN)




















