
NEWSNESIA.ID – Ketua KPU Kabupaten Gorontalo Utara, resmi melantik 369 Anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) se Kabupaten Gorontalo Utara untuk Pilkada Tahun 2024.
Pelantikan 369 Anggota PPS se Kabupaten Gorontalo Utara itu, berlangsung di Graha An-Bril, Desa Moluo Kecamatan Kwandang. Minggu (26/5/2024).
Ketua KPU Gorontalo Utara, Sofyan Jakfar, berharap agar seluruh Anggota PPS yang baru saja dilantik itu, dapat bekerja sampai dengan akhir tahapan.
Sofyan, juga berharap agar anggota PPS itu, bekerja sesuai dengan pedoman Perundang-undangan, Kode Etik, Profesional dan Berintegritas serta bertanggung jawab dan transparan.
“Jangan menutup-nutupi terkait dengan tahapan yang kita laksanakan,” ujar Sofyan.
Sofyan, mengatakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2024 kali ini, juga masih berasaskan Luber dan Jurdil (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil) dengan sebelas prinsip yang telah dipelajari oleh anggota PPS.
“Yakni Mandiri, jujur, adil, berkepastian hukum, tertib, terbuka, proporsional, profesional, akuntabel, efektif dan efisien,” kata Sofyan.
Sebagaimana Pakta integritas terakhir yang dibacakan oleh seluruh Anggota PPS, Apabila melanggar maka siap dituntut dengan hukum dan Perundang-undangan yang berlaku.
Sehingganya, Sofyan, berharap agar seluruh anggota PPS itu tidak terlibat dalam masalah hukum.
Meski dikemudian hari jika terdapat Anggota PPS yang dipersoalkan oleh peserta pemilu, KPU kata Sofyan, yang pertama akan melakukan pembelaan kepada anggota yang dipersoalkan itu, selama anggota tersebut berjalan pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Namun demikian lanjut Sofyan, jika terdapat anggota PPS yang melakukan pelanggaran, dengan sengaja merubah hasil atau bersekongkol atau bekerjasama, berafiliasi dengan peserta pemilu, maka KPU kata Sofyan, yang pertama akan melaporkan anggota tersebut.
“Tentunya kita tidak mengharapkan ini terjadi dan untuk itu Bapak Ibu sekalian harus terus berpedoman pada peraturan yang berlaku,” jelas Sofyan.
Setelah pelantikan ini kata Sofyan, penyelenggara pilkada akan diperhadapkan dengan pemutakhiran data atau pencocokan dan penelitian (Coklit)
“Yang biasa terjadi, ini tidak ada koordinasi komunikasi dan kolaborasi dengan panwas atau KPD,” kata Sofyan.

Contohnya kata Sofyan, kejadian yang ada di Kecamatan Anggrek, saat akan melakukan coklit dihari pertama tidak ada koordinasi dengan tuan rumah yang akan dijadikan contoh untuk coklit, sehingga membuat tuan rumah ketakutan.
Sehingganya, Sofyan, berharap sesama penyelenggara harus saling koordinasi, komunikasi dengan Panwas maupun PKD.
Sofyan, juga berharap jika ada penyelenggara yang berprofesi seperti guru, ketika melaksanakan tahapan pastikan sudah meminta ijin atasan saat melaksanakan pekerjaan tahapan di lapangan, sehingga tidak ada lagi alasan ada ulangan atau rapat.
Terakhir, Sofyan, berharap semoga seluruh penyelenggara Pilkada selalu diberi kesehatan dan dikuatkan, sehingga dapat melaksanakan seluruh tahapan pilkada sampai dengan lahirnya pemimpin yang baru dan bisa memajukan daerah.
“Kita berdoa sama-sama, semoga kita semua selalu disehatkan dan dikuatkan, sehingga kita dapat melaksanakan seluruh tahapan pilkada sampai dengan lahirnya pemimpin. Pemimpin yang baru dan bisa memajukan daerah ini,” tutur Sofyan.

Usai dilantik, 369 PPS Se Kabupaten Gorontalo Utara itu, langsung mengikuti Bimbingan Teknis atau orientasi tugas Anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo, Bupati dan Wakil Bupati Gorontalo Utara Tahun 2024. (Prin)





















