
NEWSNESIA.ID, GORONTALO – Walikota Gorontalo, Marthen Taha melepas peserta kafilah Kota Gorontalo mengikuti seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) tingkat Provinsi Gorontalo tahun 2021.
STQH merupakan program rutin pemerintah pusat dan daerah kabupaten/kota dalam menyeleksi Qori/Qoriah dan Hafidz/Hafidzah untuk berkompetisi di tingkat nasional.
Berbeda halnya Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) yang dilaksanakan di tahun genap, STQH justru dilaksanakan di tahun ganjil.
Berdasarkan laporan Ketua LPTQ Kota Gorontalo Deddy Kadullah, Kota Gorontalo telah menyelenggarakan seleksi STQH dan diperoleh 11 orang akan mewakili Kota Gorontalo berkompetisi di tingkat provinsi.
Bertempat di Gedung Bandayo Lo Yoladia (BLY), Walikota Gorontalo Marten Taha, melepas 11 peserta STQH perwakilan Kota Gorontalo sekaligus memberi semangat dan apresiasi agar kiranya ke 11 orang perwakilan Kota Gorontalo ini mampu mempertahankan gelar juara umum Kota Gorontalo.
“Selama 7 tahun saya jadi Walikota, Kota Gorontalo selalu memperoleh juara umum. Sebab Kota Gorontalo merupakan gudangnya para qori/qoriah dah hafid/hafidzah,” ujar Walikota Marten Taha.
Ia pun menambahkan, hal ini sejalan dengan Visi Misi Pemerintah Kota Gorontalo yang tertuang dalam RPJMD, yakni mewujudkan masyarakat yang religius dengan penguasaan dan pemahaman baca tulis Al-Qur’an.

“Kita (Pemerintah Kota Gorontalo) setiap tahun menargetkan 2.000 penghafal Al-Qur’an yang dicetak disemua lembaga pendidikan baik, TPA, TPQ maupun Madrasah Diniyah,” terang Marten.
Akhir kata Marten berpesan agar semua peserta senantiasa mempraktekkan ilmu yang diterima dan dipelajari, sebab capaian masyarakat yang religius tidak dapat direpresentasikan dengan adanya satu instrumen saja, melainkan banyak hal. (jian/nn)





















