
NEWSNESIA.ID, GORONTALO — Program Ekspedisi Patriot 2026 di kawasan transmigrasi Motihelumo, Kabupaten Gorontalo Utara, memasuki tahap monitoring dan evaluasi. Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) dari Kementerian Transmigrasi RI mengunjungi Bidang Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja, ESDM dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo, Selasa (29/9/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau perkembangan berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan Tim Ekspedisi Patriot selama satu bulan di kawasan Transmigrasi Sumalata, khususnya Desa Motihelumo.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Dinas Tenaga Kerja, ESDM dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo itu, Tim Monev Kementerian Transmigrasi RI melakukan evaluasi sekaligus berbagi informasi terkait arah dan rencana pengembangan program transmigrasi untuk tahun 2027.
Kehadiran tim evaluasi dinilai memberikan manfaat bagi pemerintah daerah, terutama dalam melihat capaian program sekaligus memperkuat koordinasi untuk keberlanjutan program transmigrasi di Gorontalo.
Salah satu kegiatan yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat Trans Motihelumo adalah pengembangan dan pembudidayaan lebah madu Trigona. Program tersebut menjadi salah satu bentuk pendampingan yang diarahkan untuk mendorong potensi ekonomi masyarakat di kawasan transmigrasi.
Masyarakat berharap pendampingan melalui Ekspedisi Patriot tidak berhenti setelah program 2026 berakhir. Mereka juga mendorong agar model pendampingan serupa dapat terus dikembangkan dan menjangkau kawasan transmigrasi di kabupaten lain di Provinsi Gorontalo.
Dengan adanya monitoring dan evaluasi tersebut, program Ekspedisi Patriot diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan pendampingan jangka pendek, tetapi dapat memberikan dampak berkelanjutan terhadap pengembangan potensi dan kemandirian masyarakat transmigrasi.




















