
NEWSNESIA.ID, GORUT- Pasangan Nelson Pomalingo-Syarif Mbuinga, dinilai banyak pihak adalah pasangan paling tepat di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Gorontalo 2024 mendatang.
Bisa saja Nelson di posisi papan 1, atau Syarif Mbuinga. Namun, melihat posisi saat ini dimana Nelson masih berkuasa di daerah dengan jumlah pemilih terbesar, sementara Syarif Mbuinga telah mengakhiri masa jabatan sebagai Bupati Pohuwato selama dua periode, maka Golkar harus bisa legowo di posisi Wakil Gubernur.
Hitung-hitungan politik, jika Golkar mengusung Syarif Mbuinga maka sangat tepat jika berpasangan dengan Nelson Pomalingo, Ketua DPW PPP Gorontalo yang kini menjabat Bupati Kabupaten Gorontalo.
Kalkulasi politik, pasangan ini minimal sudah dapat ‘mengamankan’ 4 daerah. Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, Pohuwato dan Gorontalo Utara.
Di Kota Gorontalo, Marten Taha sebagai Ketua DPD II Golkar tentu akan bekerja keras di wilayahnya untuk memenangkan pasangan ini. Di Pohuwato, Syarif Mbuinga masih mengakar. Di Gorut, ada Indra Yasin, yang kini menjadi kader PPP dan di Kabupaten Gorontalo sudah pasti, karena menjadi wilayah Nelson saat ini di periode kedua.
Golkar merugi dengan posisi papan dua? Tentu tidak. Barter posisi akan terjadi di Kabupaten Gorontalo. Kader Golkar akan menggantikan posisi Nelson sebagai bupati kelak dan itu dapat mengamankan kursi Golkar baik di Kabupaten Gorontalo, DPRD Provinsi Gorontalo dan kursi di DPR RI.
“Golkar tidak akan rugi. Posisi ini sudah sangat tepat dan kokoh untuk mematahkan rival Golkar di Pilgub,” kata sejumlah pegiat politik ketika berbincang dengan newsnesia.id, Senin (13/9/2021).
Meski begitu, keputusan akhir ada di tangan partai masing-masing untuk menentukan langkah politiknya di Pilgub nanti.(NN)





















