
NN.ID, GORONTALO- Ketua DPD II Golkar Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) yang juga Bupati Gorut Thariq Modanggu sudah harus meramu langkah politiknya kedepan. Apakah memilih tetap di Gorut, ataukah mengikuti jejak gemilang seniornya Rusli Habibie.
RH, sebelum diposisi puncaknya duduk di DPR RI, meniti karirnya di Gorut, Bupati pada periode 2008-2012 bersama Indra Yasin. Merasa cikup, dia memberanikan diri ikut kontestasi di Pilgub Gorontalo pada 16 November 2011 silam bersama Idris Rahim NKRI mengalahkan petahana. Paket ini berhasil keluar sebagai pemenang untuk masa jabatan 2012-2017.
Dua periode berhasil dikunci RH bersama Idris Rahim, pada Pilgub 2019. 10 tahun RH duduk sebagai Gubernur Gorontalo. Dia kemudian memuluskan langkahnya ke senayan dengan perolehan suara signifikan pada Pileg 2024.
Di Pilgub 2011, basis utama yang menjadi modalnya adalah Gorontalo Utara yang dipimpinnya selama 4 tahun. Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Gorut kala itu 82.644. RH percaya diri mengelola basis suara ini dengan apik dan hasilnya NKRI (Nyata Karya Rusli Idris) kala itu berhasil mendulang suara di Gorut sebanyak 78.1 persen. Daerah lain tinggal menambah.
Langkah RH ini sebetulnya mampu diikuti Thariq Modanggu pada Pilgub 2029 mendatang. Dengan menjadikan Gorut sebagai basis utama.
“Maka TM (Thariq Modanggu-red) sudah seharusnya mempersiapkan diri untuk itu (Pilgub) 2029. Bukan hal yag tidak mungkin, jejak langkah RH bisa diikuti TM,” ujar sejumlah pegiat politik Gorontalo saat berbincang dengan NN.ID.
Mengingat, di Gorut juga banyak kader beringin yang harus didorong di Pilbub sebagai implementasi meneruskan kaderisasi partai. Sama seperti RH yang secara konkrit lakukan kaderisasi partai.(nn)


















