
NEWSNESIA.ID GORUT – Wakil Ketua I, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gorontalo Utara (Gorut), Roni Imran sangat pesimis kesosongan kursi Wakil Bupati Gorut tidak akan terisi. Mengingat pelantikan bupati, hingga kini belum pasti.
“Saya pesimis yah, bahwa kursi wabup tidak akan terisi, karena syaratnya 18 bulan setelah kosong,” ungkap Roni Imran, Kamis (26/5/2022).
Artinya, pasca Thariq Modanggu dilantik menjadi bupati, saat itulah kursi wakil bupati kosong, dan pengisian tersebut seharusnya sudah berjalan sebelum 6 Juni 2022.
“Sementara SK pengusulannya masih berproses di kementrian, sehingga harapan kita untuk mengisi kursi wakil bupati sangat kecil kemungkinan,” kata Roni Imran.
Sebenarnya, kata Roni, DPRD terus mendorong hal tersebut dalam rangka memaksimalkan tugas-tugas bupati. Apalagi wakil bupati saat ini memiliki strategi untuk pencapaian visi-misinya.
“Oleh karena itu, beliau sangat butuh pendamping yang bisa membantu, terutama memberikan saran-saran dan pertimbangan,” jelasnya.
Jika pemerintahan lengkap, kata Roni, tentu pemerintahan bisa maksimal juga pelayanan publik bisa meningkat.
“Fungsi wakil bupati sangat besar. Tapi kita masih bisa berharap bahwa kekosongan wakil bupati bisa terisi. Saya masih pesimis, karena waktunya juga sudah sangat mepet,” pungkasnya. (Rol)
























