
newsnesia.id – Mesin sepak takraw Gorontalo langsung dipanaskan! Sepeninggal almarhum Coach Herson, Pengprov PSTI tak buang waktu. Perombakan cepat dilakukan, arah jelas: tetap kompetitif di pentas nasional.
Dari lima nama pelatih berlisensi nasional, peta berubah cepat. Abdul Halim Radjiu dan Erens Usman fokus di pembinaan usia dini SPOBDA, sementara Noldi Husain Suleman kini dipercaya di PB PSTI sebagai talent scouting nasional.
PSTI pun bergerak taktis. Fangky Budiman Lakoro dan Hendra Pago jadi fondasi, lalu datang gebrakan: duet Rezki Yusuf Djaina, S.Pd dan Rizka Rahayu Taha, M.Pd resmi masuk sebagai amunisi baru!.
“Ini kombinasi pengalaman dan sport science. Eki eks Timnas Asean Games, Rizka kuat di akademik dan bukan nama baru,” tegas Bendahara PSTI Gorontalo, Arief Mohi, kepada awak media ini, Ahad (12/4/2026).
Khusus sektor putri, duet Eki–Rizka langsung dipercaya jadi nahkoda. Rezki membawa mental tempur level internasional, sementara Rizka mewarisi DNA takraw dari sang legenda, Coach Herson.
Target? Jelas tanpa basa-basi. Liga Sepak Takraw Nasional 2026 jadi pemanasan, lalu tancap gas ke POPNAS dan BK PON 2027.
“Dengan komposisi ini, kami optimis bisa jadi game changer,” tegas Wakil Ketua PSTI Gorontalo, Alex Maga.
Tak berhenti di situ, ambisi lebih besar sudah disiapkan. Gorontalo dibidik jadi pusat pembinaan takraw di Indonesia Timur, magnet baru bagi talenta dari Sulut, Papua, Maluku, hingga Maluku Utara. Gaspol! Gorontalo tak mau sekadar ikut, tapi siap mendominasi.(ns)






















