
Gorontalo-Newsnesia.id– Belum lama ini Universitas Gorontalo (UNIGO) diterpa persoalan yang cukup serius, dimana sejumlah mahasiswa mengaku telah melunasi biaya kuliah, namun disistem tercatat belum.
Bukan sedikit, dugaan sementara kerugian kurang lebih satu miliar lebih. Sehingga dari itu, pihak UNIGO dianggap telah melakukan pembiaran dan mempersulit mahasiswa yang akan menyelesaikan proses akademik.
Menanggapi persoalan tersebut, Rektor UNIGO, Dr. Robby Hunawa, S.IP., M.Si. akhirnya buka suara. Dirinya membantah segala tuduhan yang menyebut lembaga mempersulit mahasiswa.
“Jadi saya membantah ya bahwa, lembaga atau universitas mempersulit mahasiswa yang 150 orang itu, yang dikatakan mereka sudah membayar tapi dipersulit,” kata Robby kepada Newsnesia.id, Rabu (01/07/2026).
Dirinya menuturkan bahwa, pihak kampus sudah melakukan langkah solutif dengan mengundang mahasiswa yang diduga menjadi korban untuk memverifikasi semua keterangan mereka.
Kata Robby, Badan Pemeriksaan keuangan dan Aset (BPKA) Yayasan Duluwo Limo Lopohalaa Gorontalo juga sudah melakukan penelusuran mendalam terkait masalah ini.
“Pada prinsipnya bahwa, mahasiswa yang diduga menjadi korban oknum, itu sudah kita panggil dan kita sudah melakukan verifikasi terhadap semua pengakuan mereka. Selama itu bisa dibuktikan maka, semua proses akademik mulai dari ujian proposal, hasil, skripsi, sampai dengan wisuda, kalau mereka sudah membayar, itu kita tidak persulit, semua kita bantu sesuai ketentuan yang berlaku,” jelas Robby.
“Ini yang kemudian lagi berjalan pemeriksaan oleh badan pemeriksa keuangan dan aset yayasan kepada yang bersangkutan. Kita tunggu saja apa dan bagaimana hasil pemeriksaan dari BPKA, itu yang kita sampaikan,” sambungnya.
Dirinya juga menyebut bahwa, dalam persoalan ini, bukan saja mahasiswa dari jadi korban, tapi pihak kampus juga merasa dirugikan.
“Sekali lagi, kalau kalau mereka (mahasiswa) bisa buktikan, tidak ada yang namanya dipersulit. Ini juga dibuktikan dengan seluruh mahasiswa yang menjadi korban itu selesai ujian tahap akhir, dan saat ini sementara pengurusan dan persiapan wisuda. Jadi sebenarnya pada posisi ini, kami lembaga yang dirugikan oleh oknum-oknum yang bisa dikatakan punya niat jahat, punya niat tidak baik, apalagi sudah lama bekerja disini,” pungkasnya.Mus


















