
POHUWATO-NN– Kehadiran proyek bioenergi nasional atau wood pellet di Popayato, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, belakangan ini dikuatirkan mengancam keberadaan satu objek wisata yaitu Pantai Lalape.
Hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh Anggota DPRD Pohuwato, Nasir Giasi. Ia mengatakan, di RT/RW provinsi, pantai tersebut akan menjadi wilayah yang dikelilingi oleh wilayah pelabuhan.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Parawisata Kabupaten Pohuwato melalui Kabid Parawisata, Herman Abdullah menyampaikan, bahwa pihaknya sangat tidak rela jika objek wisata tersebut hilang.
Apalagi kata Herman, wisata Pantai Lalape termasuk empat objek wisata dengan jumlah kunjungan wisatawannya paling banyak.
“Kami tidak rela. Kalau itu hilang, maka kunjungan wisata akan hilang,” ungkap Herman kepada awak media.
Bahkan kata Herman, pemerintah daerah berupaya mempertahankan wisata pantai itu. Karena menurut Herman, untuk RT/RW kabupaten, akan tetap dicantumkan.
“Kami Dinas Pariwisata tetap mempertahankannya tetap ada. Jadi pantai wisata Lalape itu tetap ada, belum hilang. Dan itu di RTRW Kabupaten itu tetap kami cantumkan, karena itu sudah lama menjadi hal yang menghidupi masyarakat di sana,” imbuhnya.(mus/NN)
























