
NEWSNESIA.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Merdeka Belajar Kampus Merdeka (KKN MBKM) Program Studi Teknik Industri Universitas Negeri Gorontalo (UNG), melakukan pemetaan upaya pembangunan pengolahan sampah dan jaringan air bersih berbasis partisipatif di Desa Muara Bone Kecamatan Bone Kabupaten Bone Bolango.
Pemetaan itu dilakukan menggunakan IMAP (Identifikasi Masalah dan Analisis Potens) yang dibahas dalam Focus Group Discussions (FGD) ke 3 di Desa Muara Bone, Jumat (30/5/2025).
FGD itu melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari Pemerintah Desa, Tokoh Masyarakat, Unsur Pemuda, hingga perwakilan Kelompok Perempuan.
Kepala Desa Muara Bone, Alfrits Ana, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKN MBKM UNG yang tidak hanya hadir dengan semangat pengabdian, tetapi juga menawarkan solusi konkret terhadap dua persoalan penting di desa, yakni pengelolaan sampah dan keterbatasan akses air bersih.
“Sampah dan air bersih adalah dua persoalan utama yang kami hadapi. Kehadiran mahasiswa KKN ini membawa angin segar, apalagi dengan pendekatan teknologi pemetaan yang mereka gunakan untuk merancang solusi yang tepat sasaran,” ujar Kepala Desa.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Idham Halid Lahay, S.T., M.Sc, menyampaikan FGD ini merupakan bagian dari proses pemetaan kebutuhan desa sekaligus pelibatan aktif masyarakat dalam penyusunan rencana berbasis data.
“Dengan menggunakan IMAP, mahasiswa memetakan titik-titik pengumpulan sampah dan potensi sumber air bersih yang bisa diolah lebih lanjut. Ini penting agar pembangunan berbasis bukti dan responsif terhadap kondisi lokal,” jelasnya.
Sementara itu, Koordinator Desa (Kordes), Abd Wahid K Atima, menambahkan bahwa dalam FGD kali ini, masyarakat diberi ruang untuk menyampaikan ide dan pengalaman mereka terkait kondisi pengelolaan sampah dan distribusi air bersih selama ini.
“Kami mengedepankan dialog terbuka. Banyak masukan dari masyarakat yang sangat bermanfaat, terutama dalam menentukan lokasi strategis tempat pengumpulan sampah dan jalur instalasi air bersih,” kata Wahid. (***)



















