
NEWSNESIA.ID, Gorontalo – Sebanyak 36 peserta dinyatakan lulus seleksi menjadi peserta pelatihan keterampilan pada program yang diselenggarakan oleh Baznas dan BLK Gorontalo.
Peserta yang dinyatakan lulus ini akan dibagi dalam 3 program kejuruan yakni yakni tata rias, pemasangan instalasi listrik sederhana, serta pembuatan kue dan roti.
Kepala Disnaker ESDM dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo melalui Kepala UPTD BLK Gorontalo Edwing Hulopi menyampaikan, untuk pelaksanaan seleksi ini diikuti oleh 55 peserta yang merupakan mustahik yang ada di Kabupaten/ Kota yang ada di Provinsi Gorontalo.
“Kami bersama Baznas telah melaksanakan seleksi. Dan sesuai kuota yang ditetapkan ada 36 peserta yang akan ikut pelatihan keterampilan ini,” ujar Edwing Hulopi, Selasa (09/09/2025).
Selanjutnya kata Edwing, peserta yang dinyatakan lolos seleksi akan mengikuti kegiatan pelatihan yang akan dibuka pada tanggal 15 September 2025. Sementara, untuk pelatihan dirinya menyampaikan akan dilaksanakan sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).
“Insyaa Allah untuk acara pembukaan itu dilaksanakan tanggal 15 September 2025,” sebut Edwing.
Dirinya berharap seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai agar output pelatihan benar-benar tercapai sesuai harapan.
“Dengan sinergi antara Baznas dan BLK, pelatihan ini juga diharapkan mampu meningkatkan keterampilan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Gorontalo,” tutur Edwing.
Sementara itu, Ketua Baznas Provinsi Gorontalo, H. Hamka Arbi, sebelumnya menyampaikan, bahwa tujuan kegiatan ini adalah membekali para penerima manfaat dengan keterampilan praktis sehingga bantuan modal usaha yang akan diberikan nantinya benar-benar bisa dimanfaatkan untuk penguatan ekonomi keluarga.
“Bagi yang belum lolos seleksi, jangan berkecil hati. Insyaallah, Baznas akan tetap berupaya menghadirkan program-program pemberdayaan lainnya,” imbuhnya
Program pelatihan keterampilan bagi mustahik ini merupakan program dari Baznas dan bekerja sama dengan UPTD BLK Gorontalo dalam rangka meningkatkan kapasitas SDM para mustahik agar bisa memiliki keterampilan yang bisa menjadi bekal mereka untuk berdaya dan mandiri.





















