
NEWSNESIA.ID, Bone Bolango – Kegiatan Gebyar Ketupat kembali digelar untuk kedua kalinya di Kecamatan Tapa Kabupaten Bone Bolango dalam suasana pasca Hari Raya Idul Fitri. Kegiatan ini berlangsung meriah dan penuh kebersamaan, melibatkan berbagai unsur masyarakat serta pemerintah setempat.
Kegiatan Gebyar Ketupat kali ini mengusung tema Ceria Berkah yang dirangkaikan dengan berbagai lomba seperti Emak-emak sepak bola dangdut, lomba lari kelompok usia, lati karung estafet, lari kelereng estafet, lompat tebak warna, kursi goyang dan lomba lainnya dipusatkan di Lapangan Ippot Tapa, Jumat (27/3/2026).
Selain lomba, kegiatan ini turut dimeriahkan dengan sajian makanan 1000 ketupat dan 1000 dodol yang digagas langsung oleh putra daerah Hendra Saputra Koniyo (HSK).

Dalam kesempatan itu HSK, yang merupakan seorang pengusaha di Jakarta itu menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya acara tersebut. Ia menilai, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat tali silaturahmi dan membangun kekompakan antarwarga.
“Ini adalah tahun kedua pelaksanaan Gebyar Ketupat Ceria. Tidak ada tujuan lain selain memperkuat kebersamaan. Dengan niat baik dan langkah bersama, kita bisa menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar HSK.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya sebatas perayaan tradisi ketupat, tetapi juga menjadi wadah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Dalam kegiatan tersebut turut hadir unsur Forkopimcam, di antaranya camat, kapolsek, serta Babinsa. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menyukseskan acara.
Sementara itu, Camat Tapa Rahmat Helingo memberikan apresiasi kepada HSK atas inisiatifnya dalam menggagas kegiatan yang dinilai mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.
“Kegiatan ini sangat baik karena mampu menggerakkan roda perekonomian, khususnya di tingkat kecamatan. Perputaran ekonomi pasca Idul Fitri menjadi peluang untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan pelaku UMKM,” ungkap Rahmat Helingo.
Selain itu, pelaksanaan kegiatan yang terorganisir dengan baik juga dinilai mampu memberikan kenyamanan bagi masyarakat serta mengurai kepadatan aktivitas selama perayaan berlangsung.
Gebyar Ketupat Ceria yang dilaksanakan seminggu setelah Idul Fitri ini diharapkan dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.
“Dengan semangat kebersamaan yang dibangun oleh HSK bersama masyarakat, kegiatan ini diyakini akan semakin berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga,” tandasnya.




















