
NEWSNESIA.ID, GORUT- Dikeluhkan masyarakat terkait pelayanan kartu Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial Kesehatan (BPJSK) banyak yang sudah non aktif, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) memanggil sejumlah pihak terkait, untuk menanyakan data masyarakat yang sudah tercover.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua I, DPRD Gorut Roni Imran usai mengikuti rapat dengan pihak terkait, saat diwawancarai awak media, Kamis (23/9/2021).
Roni Imran menjelaskan, akibat dari kartu BPJS yang non aktif, banyak masyarakat miskin yang ketika melakukan pelayanan kesehatan di Puskesmas maupun rumah sakit, terkendala dengan kartu BPJS yang non aktif.
“Nah, sementara ini masyarakat di Gorut kurang lebih 100.001 jiwa yang sudah tercover. Artinya semua masyarakat miskin sudah tercover,” bebernya.
Oleh karena itu kata Roni, dalam rapat tersebut pihaknya meminta BPJS Kesehatan untuk menunjukkan mana saja data dari jumlah 101 ribu yang telah tercover sebagai peserta.
“Kami DPRD meminta agar itu diprint sesuai dengan nama dan alamat. Karena hampir banyak masyarakat yang ketika sakit, tetapi BPJS Kesehatannya tidak aktif, padahal sudah dibayar oleh pemerintah daerah,” tegasnya.(adv/erol)





















