
GORONTALO-NN- Guna meningkatkan kualitas pendidikan dan kapasitas tenaga pendidik di sekolah-sekolah sekitar area proyek pertambangan, Pani Gold Project (PGP) menjalin kerja sama strategis dengan Indonesia Mengajar dan Pemerintah Kabupaten Pohuwato.
Diketahui bahwa, Indonesia Mengajar merupakan gerakan pendidikan yang telah aktif selama lebih dari 14 tahun, mengirimkan lebih dari seribu pengajar muda ke berbagai pelosok Indonesia, dari Aceh hingga Papua.
Berbekal pengalaman mendampingi sekolah-sekolah di daerah terpencil, Indonesia Mengajar mendorong penguatan kapasitas lokal dengan menempatkan pengajar berdaya saing tinggi yang tak hanya mengajar, tetapi juga membangun kolaborasi erat dengan guru, kepala sekolah, dan komunitas pendidikan setempat.
Program ini merupakan bagian dari kegiatan Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang dilakukan oleh Pani Gold Project di bidang Pendidikan.
Ini menjadi upaya nyata PGP dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan tenaga pengajar sejumlah sekolah di wilayah sekitar proyek tambang emas Pani, khususnya di Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Pohuwato.
Empat pengajar Merdeka akan ditugaskan dari awal tahun ajaran 2025/2026 selama satu tahun penuh di empat sekolah dasar. Selain mengajar, pengajar Merdeka akan mendampingi kepala sekolah, guru, serta murid dalam penguatan metode pembelajaran, manajemen sekolah, serta membangun budaya belajar yang aktif dan kontekstual yang sesuai dengan kebutuhan di setiap sekolah.
“Kerjasama ini merupakan salah satu komitmen perusahaan dibidang pendidikan dalam menyiapkan generasi emas Pohuwato. Melalui program ini, kami berharap akan lahir talenta-talenta lokal yang unggul dan siap tumbuh serta mempersiapkan calon karyawan Pani Gold Project di masa depan,” kata Mahesha Lugiana, Manager External Affairs Pani Gold Project.
Sementara itu, Bupati Pohuwato, Saipul Mbuinga mengatakan, pemerintah Kabupaten Pohuwato sangat mengapresiasi program ini dan melihat Program Pengajar Merdeka sebagai langkah tepat untuk meningkatkan kapasitas sekolah-sekolah di wilayah sekitar proyek tambang emas Pani.
“Kami sangat mendukung program ini. Ini bukti konkret bahwa kemajuan pendidikan bisa dicapai melalui kolaborasi lintas sektor. Harapannya, program ini memberikan dampak yang terasa langsung di sekolah dan masyarakat, agar SDM lokal semakin unggul dan memiliki daya saing,” ucapnya.
Senada dengan Bupati Pohuwato, para kepala sekolah yang mengikuti program juga sangat antusias dengan kehadiran Program Pengajar Merdeka ini.
“Kami berterima kasih atas dukungan Perusahaan dan Pemerintah Kabupaten Pohuwato. Kehadiran Pengajar Merdeka akan memberi kami semangat dan wawasan baru untuk mengelola sekolah dan membantu kami dalam mendampingi dan meningkatkan kompetensi guru agar menjadi lebih baik. Kami percaya hasilnya akan positif bagi para guru dan murid kami,” kata Lukman Daud, Kepala SDN 04 Buntulia.
Terpisah, Indonesia Mengajar menyebut, kerja sama dengan Grup Merdeka dan Pemerintah Kabupaten Pohuwato ini sebagai bentuk komitmen kolaboratif jangka panjang yang menempatkan masyarakat lokal sebagai pusat perubahan.
“Kami percaya kalau pendidikan adalah upaya keterlibatan seluruh pihak, dan Indonesia Mengajar menyambut baik kehendak dari Pani Gold Project dalam memajukan ekosistem pendidikan di Pohuwato sesuai dengan pendekatan yang akan kami bawa bersama, yaitu perubahan perilaku dari guru-guru di entitas sasaran” ujar Anindita, Collaboration Project Lead, Indonesia Mengajar.
Sebagai informasi, proyek tambang emas yang dikelola oleh PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PT PETS) dan PT Gorontalo Sejahtera Mining (PT GSM), dua entitas anak usaha dari PT Merdeka Copper Gold Tbk (Perusahaan atau Grup Merdeka), untuk menjalankan Program Pengajar Merdeka.(Rls)
























