
newsnesia.id, GORONTALO– Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo per Maret 2025 yang diperbaharui September 2025, menunjukan trend penurunan jumlah warga miskin di seluruh kabupaten dan kota se Provinsi Gorontalo dibanding 2024.
Data BPS itu menunjukan Kabupaten Boalemo menempati posisi tertinggi jumah warga miskin yakni 16,37 persen turun dari 17,83 persen pada 2024, disusul Gorontalo Utara 15,89 persen dari sebelumnya 16,86 persen, Pohuwato 15,24 persen dari 17,11 persen tahun sebelumnya, Kabupaten Gorontalo 14,89 persen yang sebelumnya 16,43 persen, Bone Bolango di angka 13,16 persen dari 14,80 persen ditahun sebelumnya dan Kota Gorontalo 5,31 persen dari 5,74 persen.
Dengan adanya penurunan jumlah warga miskin membuat Provinsi Gorontalo secara nasional keluar dari 5 besar provinsi termiskin di Indonesia dengan angka kemiskinan 13,24 persen dari sebelumnya 14,57 persen ditahun 2024.
Dengan demikian maka jumlah warga miskin berdasarkan data tersebut, Kabupaten Boalemo sebanyak 29.400 jiwa, Gorontalo Utara 17.900 jiwa, Pohuwat0 26.100 jiwa, Kabupaten Gorontalo 56.130 orang jiwa, Bone Bolango 21.110 jiwa dan Kota Gorontalo sebayak 12.120 jiwa. Untuk Provinsi Gorontalo total sebanyak 162.740 jiwa.
Saat ini pemerintah Provinsi Gorontalo dan seluruh pemerintah daerah kabupaten dan kota terus berupaya menekan angka kemiskinan melaui berbagai program yang secara langsung dinikmati masyarakat. Termasuk berupaya terus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. Diharapkan dengan adanya keseriusan pemerintah dalam menangani masalah kemiskinan, kedepan trend positif penurunanan angka kemiskinan ini terus terjadi di semua daerah se Povinsi Gorontalo.(NN)























