Newsnesia.id
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
Newsnesia.id
No Result
View All Result
Home Opini

Desa Wisata, Emang Bisa Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Nasional?

by NN Indonesia
4 Maret 2024
in Opini, Wisata
Reading Time: 3 mins read

 

f.ist

Penulis : Nurfajri Aulia/Aktivis Muslimah

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, menargetkan pembentukan 6.000 desa wisata selama tahun 2024, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

6.000 desa wisata tersebut nantinya dapat berkontribusi sekitar 4,5 persen terhadap pendapatan domestik bruto (PDB) secara nasional. Ucapnya usai mengisi kuliah umum Blue Ocean Strategy Fellowship (BOSF) di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Ahad (18/2/2024). REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR.

Pembangunan desa wisata sekilas tampak bagus atau baik dalam pandangan umum masyarakat. Karena selain menarik wisatawan, juga dapat memperluas peluang usaha bagi UMKM.

Namun, menjadikan pariwisata sebagai alat untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi atau pendapatan negara, bagi para pengamat dan aktivis rasanya kurang tepat. Serta bukan merupakan solusi tuntas atas tingginya angka kemiskinan yang kini nampak ekstrim.

Justru menjadi dipertanyakan, apakah negara memang serius untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi?

Karena kontribusi desa wisata pada PDB hanya sekitar 4,8%, artinya sangat kecil jika dibandingkan dengan hasil pendapatan SDA. Indonesia memiliki sejumlah tambang di berbagai wilayah dengan penghasilan mencapai angka triliyun-an rupiah. Sayangnya SDA tersebut dikuasai dan dikeruk oleh asing, bukan dikelola oleh negara. Sehingga hasil SDA hanya berputar pada segelintir orang kaya saja.

Kalau memang serius, seharusnya tidak berfokus pada pariwisata. Tetapi berfokus pada bagaimana caranya agar sumber daya alam strategis, seperti tambang dapat dikelola secara mandiri oleh negara. Kemudian hasilnya diserahkan secara merata pada rakyat untuk menunjang perekonomian. Tentu hasilnya lebih menjamin kesejahteraan ekonomi.

Adapun jika berbicara tentang pembangunan desa wisata, lagi-lagi tidak sepenuhnya dikelola oleh negara. Tetapi masih ada potensi masuknya investor. Karena hal ini tentu membutuhkan dana yang besar. Sehingga sangat berpeluang adanya eksploitasi atau penguasaan alam oleh segelintir pihak.

Juga dapat berpotensi semakin bertambahnya masalah agraria. Data menunjukkan sebagian masalah agraria atau penggusuran lahan warga, terjadi akibat adanya proyek alih fungsi lahan menjadi wilayah pariwisata, yang membuat banyak petani kehilangan pekerjaan. Tidak sedikit dibalik keindahan pembangunan pariwisata terdapat luka mendalam rakyat kecil.

Kalaupun Menparekraf mengatakan dapat meningkatkan lapangan pekerjaan dibidang ekonomi kreatif, jumlah lapangan pekerjaan tidak sebanding dengan jumlah pelamar. Itupun dengan gaji yang tidak selaras dengan tingginya tekanan kebutuhan hidup.

Anehnya rakyat diminta untuk kreatif dan inovatif untuk menunjang perekonomian pribadi secara mandiri, dengan alasan pemberdayaan SDM dan kemandirian pembangunan desa. Sedangkan di sisi lain, para pemilik modal diberikan peluang besar untuk memperluas investasinya.

Dan yang sangat disayangkan, pemerintah justru tersibuki dengan pengurusan kepariwisataan yang hakikatnya bersifat sementara. Padahal masih banyak wilayah terbelakang dengan tingkat ekonomi yang sangat rendah, bahkan kekurangan air bersih.

Ditambah, pembentukan pariwisata dalam kehidupan sekular saat ini, semakin membuka lebar potensi masuknya budaya barat yang merusak. Seperti pakaian terbuka yang diperlihatkan para wisatawan, semakin lebarnya peredaran alkohol, perzinahan, dan sejenisnya.

Ini menunjukkan bahwa pembangunan pariwisata tidak berpengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Melainkan menjadi wujud lepas tangan negara atas tanggung jawabnya mensejahterakan rakyat. Karena pemerintah hanya bertugas mengenalkan sebuah desa sebagai daerah wisata, namun untuk pembangunannya diserahkan pada masyarakat setempat.

Cara pandang ekonomi kapitalis yang menomor satukan uang dengan asas untung dan rugi, menjadikan segala sektor bisa saja dijadikan sasaran pembangunan ekonomi. Disisi lain menjadikan adanya kebebasan bagi para pemilik modal untuk menguasai SDA.

Dalam kapitalis, pariwisata ditunjukkan hanya untuk mendapat keuntungan materi, dengan menarik perhatian para wisatawan lokal hingga turis asing. Tanpa memperhatikan nilai-nilai kebudayaan barat yang dapat merusak aqidah dan kepribadian penduduk lokal.

Ini berbanding terbalik dengan cara pandang Islam. Pariwisata menurut pandangan Islam bukan sebagai ajang untuk mendapat keuntungan materi. Fungsi pariwisata dalam Islam terbagi menjadi dua, yaitu:

Pertama, sebagai upaya memperluas penyebaran dakwah. Kedua, untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah swt dengan mentadaburi alam ciptaannya.

Adapun untuk pertumbuhan ataupun menjaga kestabilan ekonomi, Islam memiliki mekanisme pengelolaan SDA yang telah diatur sesuai syariat.

Berbeda dengan kapitalis, Islam melarang keras adanya eksploitasi SDA oleh satu pihak, seperti para investor. SDA menurut pandangan Islam wajib dikelola oleh negara secara mandiri, tanpa campur tangan pihak asing. Kemudian hasil kekayaan tersebut diwajibkan untuk di bagikan pada masyarakat secara merata, atau untuk pembangunan infrastruktur gratis. Seperti rumah sakit, sekolah gratis, pembukaan lapangan pekerjaan, jalan, dan berbagai fasilitas yang diperlukan demi kemaslahatan ummat. Selain itu juga terdapat sumber pendapatan lain yang telah ditetapkan syariat.

Ini sesuai dengan konsep kepemimpinan Islam, yaitu mengurusi segala urusan umat. Artinya segala yang berkaitan dengan kemaslahatan umat sepenuhnya menjadi tanggung jawab negara, bukan diserahkan pada individu apalagi pada kelompok masyarakat.

Konsep Islam ini pernah diterapkan sebuah negara dalam kepemimpinan Islam yang pernah  berkuasa selama 13 abad di masa lalu, mampu menjadi negara adidaya hingga disebut sebagai Golden age. Saat masa kejayaannya segala kebutuhan umat terpenuhi, sangat kecil kemungkinan terjadi kemiskinan ataupun kelaparan.

Demikian, Allah swt telah menurunkan seperangkat aturan lewat Rasulullah saw. Namun, aturan tersebut kini dicampakkan dan tidak diterapkan. Kini yang digunakan justru seperangkat aturan yang berasal dari manusia yang terbatas, penuh kelemahan dan kesalahan. Sehingga berbagai aturan yang dikeluarkan juga cacat. Saatnya umat bangkit, dengan perubahan pada Islam Kaffah.(*)

Tags: Desa Wisata
ShareSendTweetShare

Berita Terkait

Aiman Syakil
Ekonomi

Membuka Akses Pasar bagi Produk Pertanian Lokal

25 Juni 2026
Opini

Sherly Sang Predator?

23 Juni 2026
Ist
Opini

Rakyat Menuntut Hak, Negara Hadir dengan Borgol: Pelajaran Pahit dari Popayato

24 Mei 2026
Next Post
Pencanangan HUT Kota Gorontalo yang ke

HUT ke 296 Kota Gorontalo, Usung Tema Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat

Kemenag Bone Bolango Kukuhkan Santri TPQ al-Muhsinin PWP Pusat Gorontalo

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Trending

f.ist

Desa Wisata, Emang Bisa Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Nasional?

2 tahun ago
Ilustrasi Magang Dalam Negeri

Magang Nasional Kemnaker RI Gelombang 2 Batch 1 Dibuka, Lulusan D3 hingga S1 Berkesempatan Magang di BUMN dan Swasta

1 hari ago

Besok Akad Nikah, Calon Pengantin Wanita di Gorontalo Utara Meninggal Dunia 

4 hari ago
PGP saat menggelar kelas inspirasi untuk 262 siswa di Kabupaten Pohuwato

PGM Gelar Kelas Inspirasi untuk 262 Siswa di Pohuwato, Kenalkan Dunia Kerja Sejak Dini

1 minggu ago
f.ist

HAN, Wagub Gorontalo Kenalkan Kuliner Khas ke Generasi Muda

2 hari ago

Dukungan Unsur Pemerintahan & Masyarakat, Pastikan Hak Asasi Anak Tolitoli Terlindungi

7 tahun ago

16 Pengacara Besar di Gorontalo Bersama Kadek Sugiarta 

8 bulan ago
ARB -f.ist

Soal Siaran Piala Dunia, KPID Kritisi TVRI Gorontalo

3 hari ago
f.hms

Gusnar Ismail Berhasil Jadikan Gorontalo Primadona Nasional

1 bulan ago
f.hms

Pemerintah Jamin Ketersediaan BBM Selama PENAS

1 bulan ago

Terbaru

f.hms
Ekonomi

Ini Penyebab Harga Beras dan Minyak di Gorontalo Melambung

by NN Indonesia
24 Juli 2026
0

f.hms NN, GORONTALO- Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Kumperindag) Provinsi Gorontalo Fayzal Lamakaraka mengungkap penyebab...

F.hms

Pemprov Gorontalo Hormati Proses Hukum Mantan Kadis Kominfotik

24 Juli 2026
Ilustrasi Magang Dalam Negeri

Magang Nasional Kemnaker RI Gelombang 2 Batch 1 Dibuka, Lulusan D3 hingga S1 Berkesempatan Magang di BUMN dan Swasta

23 Juli 2026
f.ist

HAN, Wagub Gorontalo Kenalkan Kuliner Khas ke Generasi Muda

23 Juli 2026
ARB -f.ist

Soal Siaran Piala Dunia, KPID Kritisi TVRI Gorontalo

21 Juli 2026
Foto bersama para siswa dan personil kodim 1313 Pohuwato usai kegiatan sosialisasi

Tak Hanya Fokus Pembangunan, Program TMMD ke-129 Kodim 1313 Pohuwato juga Sasar Generasi Muda, Tanamkan Nilai-nilai Kebangsaan

21 Juli 2026
Pelantikan Bakorda HIPMI PT Gorontalo.

Daffa Doda Siap Tularkan Semangat Kewirausahaan ke Seluruh Kampus di Gorontalo

21 Juli 2026
Pelantikan Bakorda HIPMI PT Gorontalo. (foto : Anq)

Pengurus HIPMI PT Gorontalo Dilantik, Ini Pesan Ketum Ulie Anwar

21 Juli 2026

Besok Akad Nikah, Calon Pengantin Wanita di Gorontalo Utara Meninggal Dunia 

20 Juli 2026

Pengurus APWNU Gorontalo Resmi Dilantik, Siap Kawal Legalitas dan Keberlanjutan Pertambangan Rakyat

20 Juli 2026
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman & Kode Etik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.

No Result
View All Result
  • Home
  • Trending
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Balik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.