
NEWSNESIA.ID, Gorontalo – Dinas Tenaga Kerja, ESDM dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo secara resmi melepas 100 peserta Magang Dalam Negeri Tahun 2025.
Hal ini ditandai dengan dibukanya program Pemagangan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Sofyan Ibrahim di Aula Kantor Bahasa, Kamis (7/8/2025).
Dalam kesempatan itu, Sekretaris Daerah Sofyan Ibrahim menekankan pentingnya kegiatan magang untuk daerah.
Hal ini kata Sofyan, sebagai upaya pemerintah dalam memberikan kesempatan bagi anak muda yang sedang mencari kerja untuk meningkatkan kompetensi agar bisa diserap di pasar kerja.
“Di Sulawesi Utara program magang baik dalam negeri maupun luar negeri itu menjadi program prioritas. Bahkan untuk program ke luar negeri itu di buka seluas-luasnya oleh Gubernur Sulut. Nah, kita di Gorontalo juga memiliki program yang sama untuk mendorong anak muda untuk mendapatkan keterampilan dan siap diserap di pasar kerja,” ujar Sofyan Ibrahim.
Dirinya juga menyebut berbagai sektor-sektor usaha kini mulai tumbuh dan membuka peluang dalam penyerapan tenaga kerja seiring dengan pertumbuhan ekonomi di Gorontalo.
“Dari rilis BPS kemarin, ekonomi Gorontalo itu mengalami pertumbuhan 6.07 persen. Tentunya ini menjadi tanda bahwa ada sektor-sektor yang mengalami pertumbuhan. Insya Allah pertumbuhan ekonomi ini akan mendorong dalam menyerap tenaga kerja lebih banyak,” tuturnya.
Dirinya juga berharap selain sektor pertanian yang dinilai paling berkontribusi akan diikuti oleh sektor lain dalam menyerap tenaga kerja lebih banyak.
“Sektor pertanian masih menjadi tulang punggung dalam penyerapan tenaga kerja. Dan kita berharap ini akan diikuti sektor lainnya agar pertumbuban ekonomi ini berjalan selaras dengan penyerapan tenaga kerja,” harapnya.
Sebelumnya, Kepala disnaker Gorontalo Wardoyo Mansur Pongoliu menyampaikan, bahwa program Magang Dalam Negeri ini dilaksanakan untuk memberikan kesempatan pengalaman dalam meningkatkan kompetensi para pencari kerja. Juga meningkatkan link and match antara dunia pendidikan dan industri.
“Tentunya program Pemagangan ini kita laksanakan juga sebagai upaya untuk mengurangi angka pengangguran di Provinsi Gorontalo,” ucapnya.
Dimana para peserta magang ini kata Wardoyo, akan mengikuti magang selama 3 bulan di 26 perusahaan yang ada di Provinsi Gorontalo.
“Kami berharap, pelaksanaan program pemagangan ini tetap akan berlangsung di tahun berikutnya,” harapnya.
























