
NewsNesia.id – Pemungutan Suara Ulang (PSU) DPRD Provinsi di Dapil 6 Boalemo-Pohuwato masih menyisakan sejumlah polemik seperti adanya pelanggaran praktek Politik uang.
Salah satu Caleg yang diterpa dugaan money politik adalah caleg dari Partai Nasdem, Mikson Yapanto. Berdasarkan sebuah potongan video, seorang ibu menyebut dirinya menerima sejumlah uang untuk memilih caleg yang bersangkutan.
Namun hal tersebut dibantah tegas oleh Mikson saat dihubungi oleh Newsnesia.id. kata Mikson ia memastikan bahwa tak ada satupun timnya yang pernah atau mengenal ibu dalam video tersebut.
“Seluruh tim sudah saya tanyakan apa ada yang pernah menemui atau mengenal ibu dalam video itu dan ternyata tidak ada sama sekali dan tim saya ini sudah didaftarkan ke KPU terlebih dahulu jadi gak mungkin melakukan prakte-praktek yang melanggar aturan seperti itu,” ungkap Mikson.
Mikson juga menegaskan, sebagai kader Nasdem Gorontalo, ia senantiasa memegang teguh prinsip-prinsip partai untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak mendidik ke masyarakat.
“Itu (money politik) bukan gaya kami di Nasdem, saya dan partai saya bernaung ini selalu komitmen untuk lebih mencerdaskan kehidupan politik di daerah ini, cuman dalam politik yah kita harus siap difitnah,” tegasnya.
Mikson juga menambahkan, praktek politik uang yang dialamatkan kepadanya sangat tidak berdasar.
“Kenapa? Karena ini saja saya justru banyak dibantu oleh masyarakat, stiker saya saja bayangkan ada yang diinisiasi atau dibuatkan oleh masyarakat tanpa saya ketahui, sungguh itu bentuk simpati atas kerja-kerja kami selama ini,” tuturnya.
Saat ini Mikson menyebut dirinya lebih fokus untuk mengawal hasil suara yang berhasil ia raih bersama partai Nasdem hingga penetapan.
“Alhamdulillah berkat kerja-kerja nyata saya bersama tim dilapangan kami berhasil menambah perolehan suara dan mengamankan kursi DPRD Provinsi dari Dapil 6 ini, saya hanya fokus kesitu. Soal yang lain selama saya tidak melakukannya saya tidak akan menanggapi,” tutupnya.





















