
NN, GORONTALO – Kelompok usaha perempuan “Cumi Gemilang” di Desa Langgula, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo, kini menatap masa depan usahanya dengan lebih percaya diri melalui program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Perempuan Desa Langgula Melalui Inkubasi Bisnis Sosial (Entrepreneurship Social) Berbasis Community Partnership”.
Kelompok tersebut terdiri dari 13 perempuan pelaku usaha rumah tangga yang sejak tahun 2023 memproduksi kerupuk cumi mendapatkan pendampingan intensif dari tim akademisi lintas perguruan tinggi.
Program ini digagas oleh tim pengabdian yang diketuai Muhammad Ibrahim dari Universitas Negeri Gorontalo, beranggotakan Endah Setiyowati (Universitas Negeri Gorontalo) serta Andi Muttia Yunita Mentari Sayuti (Universitas Mulawarman), dan turut melibatkan mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Masyarakat, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Gorontalo.

Rangkaian kegiatan diawali dengan melakukan sosialisasi program kepada mitra dan pemangku kepentingan desa yang dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) untuk memetakan kebutuhan dan permasalahan mitra secara lebih mendalam. Sebagai tahap inti, pelatihan dan workshop peningkatan kapasitas digelar selama dua hari pada 27–28 Juli 2026 dan diikuti 30 peserta dari kalangan perempuan desa.
“Selama ini ibu-ibu di Kelompok Usaha Cumi Gemilang sudah punya kemasan dan merek sendiri, tetapi masih terkendala pada aspek manajemen usaha, standar mutu produk, serta pemasaran yang belum optimal. Program ini kami rancang untuk menjawab persoalan itu secara menyeluruh, mulai dari sisi produksi hingga pemasaran digital,” ujar Muhammad Ibrahim, Ketua Tim Pengabdian.
Dalam pelatihan tersebut, materi yang diberikan mencakup penguatan kewirausahaan sosial, manajemen usaha, pengolahan produk, keamanan pangan, hingga strategi pemasaran digital. Tim pengabdian juga menghadirkan sejumlah peralatan produksi guna mendukung efisiensi dan higienitas proses produksi, di antaranya vacuum sealer, mesin sealer, mesin suwir daging, mesin pengering, mixer berkapasitas besar, hingga mesin kerupuk.
Ketua Kelompok UMKM Cumi Gemilang, Farida Y. Irigisa, menyambut baik pendampingan ini.
“Kami merasa sangat terbantu, karena selama ini alat produksi kami masih sederhana dan pemasaran hanya mengandalkan cara-cara lama. Dengan pelatihan dan alat baru ini, kami berharap produksi bisa lebih banyak dan kualitasnya lebih terjaga,” katanya.

Program ini merupakan bagian dari skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat yang didanai melalui hibah BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Selain berorientasi pada peningkatan pendapatan mitra, kegiatan ini juga sejalan dengan upaya pencapaian sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) dan SDG 5 (Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan), melalui penguatan peran perempuan dalam kegiatan ekonomi produktif di tingkat desa.
Ke depan, tim pengabdian akan terus melakukan pendampingan dan evaluasi berkala guna memastikan keberlanjutan usaha, penguatan kelembagaan kelompok, serta perluasan jejaring pemasaran produk olahan cumi hasil karya perempuan Desa Langgula hingga menjangkau pasar yang lebih luas.(rls)




















