
NEWSNESIA.ID – DRPD Kabupaten Gorontalo Utara, menyoroti fasilitas air dan toilet di rumah sakit umum daerah (RSUD) dr. Zainal Umar Sidiki (ZUS).
Selasa (17/6/2025) Kemarin, Komisi III DPRD Gorontalo Utara, melakukan kunjungan lapangan ke RSUD ZUS Gorontalo Utara, kunjungan itu dilakukan menindaklanjuti keluhan warga yang kerap berulang belakangan ini.
“Tadi kami tinjau langsung kondisi toilet, Masih ada yang rusak dan bermasalah dengan air. Yang lancar itu hanya di IGD,” ungkap Ketua Komisi III, Dheninda Chairunnisa.
Aleg Muda, yang biasa disapa Dini itu, mengatakan pihaknya sudah melakukan audiens dengan Direktur Rumah sakit beserta jajaran. Dalam pertemuan itu kata Dini, pihaknya menekankan agar masalah ketersediaan air dan toilet itu segera diatasi.
Sebelumnya kunjungan yang sama kata Dini, juga sudah dilakukan saat pelaksanaan masa reses, ketika mendapati keluhan serupa juga dari masyarakat.
“Waktu reses lalu saya sempat turun sendiri ke rumah sakit. Saat itu kondisinya lebih parah. Banyak toilet rusak, plafon jatuh, dan lantai yang pecah-pecah sampai menyebabkan pasien terjatuh. Tapi waktu itu saya tidak sempat bertemu dengan direktur rumah sakit,” kata Dini.
Diaku Dini, dalam kunjungan kali ini sudah ada beberapa yang dilakukan perbaikan terutama di bagian ruang kebidanan yang sebelumnya mengalami kerusakan berat pada plafon.
Kendati demikian, Dini, menyebut perbaikan yang dilakukan belum sepenuhnya menyelesaikan masalah, lebih khusus soal pasokan air.
Lanjut Dini, penjelasan dari pihak rumah sakit hingga saat ini pasokan air di rumah sakit masih bergantung dari PDAM, Namun belum dapat dipastikan kapan masalah itu bisa tuntas.
“Kami sarankan agar rumah sakit mengambil langkah darurat, seperti mendrop air secara manual terlebih dahulu,” jelas Dini.
Komisi III kata Dini, berharap perbaikan yang dilakukan tidak hanya bersifat sementara, lebih dari itu pemeliharaan fasilitas secara berkala harus dilakukan agar keluhan masyarakat tidak berulang terus.
“Keluhan masyarakat bukan baru kali ini. Hampir tiap hari ada, baik lewat media sosial maupun yang langsung disampaikan ke anggota dewan. Ini jadi catatan serius. Kami harap manajemen RS segera bertindak agar pelayanan publik bisa lebih maksimal,” kata Dini. (Prin)



















