
NEWSNESIA.ID, GORUT – Ketua Komisi 3, DPRD Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), Aryati Polapa, mengaku khawatir bila hasil dari Workshop Evaluasi Pengelolaan Pembangunan Desa Tahun 2022 yang digelar beberapa waktu lalu, hanya dibiarkan dan tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah setempat.
Menurut Srikandi PDIP itu, hasil dari workshop tersebut merupakan input untuk mengelola desa ke depannya bagi seluruh stakeholder terkait, guna memberikan output yang besar bagi pembangunan daerah.
“Saya khawatir kalau hasil workshop hanya didiamkan saja
Itu harus ditindaklanjuti. Jangan jadi hanya sekedar input,” kata Aryati, Rabu (2/11/2022).
Ia menilai, hasil workshop atau lokakarya itu harus dijadikan dasar untuk menyusun instrumen, seperti personel, sarana, prasarana, dan pembiayaan. Dengan begitu, menurutnya, akan memunculkan ide, gagasan, dan semangat untuk membangun desa.
“Terus dasar hukum yang kita lakukan regulasinya apa, barulah berproses, kemudian output yang saya bilang, itu bukan sekedar output” paparnya.
Ia menyampaikan agar pemerintah daerah dapat berorientasi untuk membangun daerah menggunakan hasil workshop seperti itu.
“Artinya yang penting sudah bikin workshop hasilnya apa, tapi outcomenya apa, impactnya apa? Benefitnya atau nilai tambahnya bagi daerah apa?” tutupnya. (Rol)























