
NEWSNESIA.ID, GORUT – DPRD Gorontalo Utara (Gorut) meminta pemerintah untuk segera memasukkan draf APBD Perubahan 2022. Alasannya, pihak legislatif target pembahasan tuntas pada September.
Ini diungkapkan Wakil Ketua DPRD Gorontalo Utara, Roni Imran saat ditanya oleh awak media terkait agenda kelembagaan. Maklum, ada beberapa agenda yang harus dibahas pada akhir tahun ini yang sifatnya penting.
“Untuk APBD Perubahan, September harus sudah selesai. Makanya, pemerintah diminta segera memasukkan draf usulan untuk perubahan anggaran, agar segera dilakukan pembahasan,” tegas Roni Imran.
Lanjut kata Politisi Nasdem ini, saat ini draf perubahan anggaran tersebut sudah boleh dimasukan, karena sesuai dengan regulasi yang ada. Yakni telah memenuhi persyaratan untuk dimasukan.
“Iya, sudah bisa dimasukan, karena persyaratan LKPJ telah diparipurnakan, berarti untuk draf perubahan itu sudah bisa dimasukan,” ujarnya.
DPRD berharap dalam waktu dekat ini Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) segera dimasukan. Disisi lain, terkait dengan perubahan anggaran tersebut, awak media ini kemudian bertanya jumlah defisit anggaran daerah untuk tahun anggaran 2022 ini.
Menurut Roni Imran, awalnya defisit anggaran mencapai Rp 39 Miliar, dan itu belum dapat ditutupi dengan Silpa Rp 30 Miliar.
“Masih tersisa Rp 9 Miliar defisit daerah yang harus ditanggulangi atau dicari jalan untuk menutupinya,” jelasnya.
Tentu jumlah tersebut sangatlah besar dengan melihat kondisi keuangan daerah saat ini, dan menurut Roni Imran yang harus dilakukan tentunya adalah rasionalisasi anggaran.
“Yang akan dilakukan untuk menutupi defisit anggaran tersebut dengan melakukan rasionalisasi anggaran,” tandasnya. (Rol)



















