
NEWSNESIA.ID – Menjelang lebaran Idul Adha, Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo mengupayakan ketersediaan bahan pokok serta mengantisipasi lonjakan harga.
Langkah tersebut dilakukan Pemerintah guna menjaga stabilisasi peningkatan kebutuhan masyarakat.
Dalam hal ini Walikota Gorontalo, Marten Taha menyebutkan langkah pasti yang akan dilakukan yaitu mengadakan pemantauan distributor di beberapa pasar tradisional.
“Maka perlu pemantauan di distributor, pasar tradisional, swalayan terkait harga dan ketersediaan kebutuhan pokok,” disampaikannya melalui rapat Koordinasi (Rakor) pengendalian inflasi Triwulan I Kota Gorontalo dan tim percepatan peluasan digitalisasi daerah (TP2DD) tahun 2024 yang langsungkan di Manado, Jumat (24/5/2024).
Walikota Marten mengatakan bahwa ketersediaan bahan pokok merupakan tanggung jawab pemerintah, terlebih saat momentum hari besar keagamaan sebeb kebutuhan masyarakatnya akan bahan pokok meningkat signifikan.
Langkah ini juga kata Walikota dua periode itu sejalan dengan upaya Pemkot dalam menangani inflasi di Kota Gorontalo.
Seperti yang diketahui angka inflasi Kota Gorontalo berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) periode Januari – April tahun 2024 terkendali 3,5 persen di bawah rata-rata Nasional.
Meski capaian tersebut belum secara signifikan, akan tetapi capaian Kota Gorontalo merupakan angka inflasi terendah se Provinsi Gorontalo.
“Alhamdulillah, inflasi Kota Gorontalo sejak bulan Januari sampai dengan April tahun 2024 terkendali dalam target kurang lebih 3,5 persen di bawah rata-rata nasional,” ujar Marten.
“Program strategi 4k yang selama ini telah dilaksanakan oleh TPID kota gorontalo yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif perlu terus ditingkatkan untuk memantapkan strategi pengendalian inflasi di kota gorontalo dengan tetap mengacu pada roadmap pengendalian inflasi daerah tahun 2022-2024,” tukas Walikota dua periode itu.(Via)





















