
POHUWATO-NN– Terhitung sudah 7 hari pasca Barang Bukti (Babuk) kendaraan bermotor yang diamankan pada unjuk rasa diduga hilang di Polres Pohuwato. Namun demikian, sampai dengan saat ini belum ada kejelasan keberadaan babuk tersebut.
Terinformasi, babuk tersebut bukan milik dari massa aksi. Bahkan parahnya, saat pemilik kendaraan ingin melakukan laporan kehilangan, justru ditolak.
Hal tersebut sebagaimana pengakuan langsung oleh pemilik kendaraan, Rahmad R. Pakaya pada awak media, Kamis (28/09/2023).
“Habis maghrib saya kesana (Polres) tapi tidak ada. Sudah ditanya ke semua anggota mereka hanya minta saya cari dulu, jangan sampai bukan polisi yang angkut. Jadi saya pulang cari di luar,” ungkap Rahmad.
“Sekarang posisi motor tidak ada, serta saya mau bikin laporan polisi mereka (polisi) sampaikan jangan dulu. Mereka minta saya cari tahu dulu dimana itu motor, dari kemarin saya mau bikin laporan polisi,” cetusnya.
Rahmad menuturkan, sore itu sepeda motor Honda CRF dengan Nomor Polisi DM 2623 DJ miliknya tersebut sedang digunakan anaknya. Khawatir dengan kondisi Kota Marisa yang mencekam, dirinya pun meminta anaknya agar segera pulang. Namun saat hendak pulang, anaknya justru terjebak di tengah kericuhan yang terjadi di Jalan Trans Sulawesi.
“Pas dia (anaknya) mau pulang dia berhenti di kios, tiba-tiba banyak polisi menembakkan gas air mata. Otomatis dia lari di rumah yang disebelahnya. Pas dorang (polisi) pe sampe dorang main angka Motor. Saya telepon dia saya bilang tidak apa, yang penting dia pulang dirumah dulu,” jelas Rahmat.
Selanjutnya, saat berusaha mencari keberadaan sepeda motornya, akhirnya Rahmad menemukan rekaman CCTV yang memperlihatkan sepeda motor miliknya yang dibawa anggota Polri.
“Saya dapat vidio CCTV ini, ternyata betul mereka yang bawa, saya kasih lihat di anggota baru itu mereka mengakui bahwa motor ini sempat mereka bawa, tapi sudah dikeluarkan. Mereka (Polisi) bilang, kalau ada Anggota TNI mengaku bahwa motor itu milik temannya jadi langsung dikeluarkan saat itu juga. Saya sudah tanya lagi anggota TNI mereka sampaikan tidak ada yang kasih keluar karena bukan hak mereka,” urainya menirukan jawaban petugas.
Merespon aduan tersebut, Kapolres Pohuwato, AKBP Joko Sulistiono, pihaknya akan segera memproses setiap aduan masyarakat termasuk aduan terkait kendaraan warga yang diamankan saat demo berlangsung.
“Udah nanti besok aja suru bikin laporan pengaduan, nanti akan segera kita tindak lanjuti,” singkat Kapolres Pohuwato saat dihubungi, Senin (25/09/2023).
Sebagai informasi, Rabu kemarin (27/09/2023) Rahmad sudah buat laporan. Bahkan masih sempat ditolak sampai akhirnya Rahmad menyebut perintah Kapolres.(mus/NN)
























