
NEWSNESIA.ID, Polman – Dalam beberapa hari ini polemik pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa dari Universitas Negeri Makassar (UNM) di Kabupaten Polewali Mandar ramai dibicarakan.
Hal tersebut lantaran terbitnya surat dari Bupati Polewali Mandar, Andi Ibrahim Masdar yang meminta penundaan KKN dari para Mahasiswa dari kampus Oemar Bakri tersebut dengan alasan mencegah penyebaran COVID-19.
Namun nyatanya sebelum surat itu diterbitkan para Mahasiswa UNM telah diterima di Desa Karama, Kecamatan Tinambung dan mendapat sambutan hangat dari jajaran pemerintah desa beserta warga setempat.
“Iya Alhamdulillah anak-anak kami telah diterima dengan baik di Desa Karama, Kecamatan Tinambung, Polman dan mengenai surat penundaan kami sampai saat ini sebenarnya juga masih bingung dan sedang melakukan kordinasi,” ujar Kepala pusat KKN PM UNM, Arifin Manggau kepada Newsnesia.id, Jumat (23/7/2021).
Sehingga walaupun sejatinya dengan alasan mencegah penyebaran COVID-19 alasan terbitnya surat penundaan itu dinilai oleh Arifin Manggau sangat tidak relevan dan bisa merusak citra pihak Pemda.
“Kami tidak tahu pasti mengapa surat itu dibuat, tapi kalau alasannya COVID-19 semestinya sejak awal dan itu berlaku merata semua kampus jangan hanya UNM saja serta anak- anak kami ini telah melalui proses vaksinasi sebelum diberangkatkan,” tegas sosok yang mencintai kesenian itu.

Hingga berita ini terbit, sosok doktor di Bidang Pendidikan melakukan kordinasi dengan pihak Pemkab Polman mengenai surat penundaan tersebut dimana sebagian mahasiswa UNM nyatanya telah disambut oleh perwakilan Pemerintah Kecamatan Tinambung, Polman.
“Sembari melakukan kordinasi dengan pihak Pemkab Polman kami meminta para mahasiswa yang telah diterima oleh pemerintah di Kecamatan dan desa setempat tetap fokus saja melakukan pengabdian dan saya minta tetap menjaga nama baik almamater,” pungkasnya.



















