
NEWSNESIA.ID, GORONTALO- Ketua Bawaslu Provinsi Gorontalo, Idris Usuli mengungkap titik rawan potensi terjadinya pelanggaran pada tahapan Pemilu 2024.
Hak itu diungkapkan Idris Usuli dalam agenda sosialisasi tahapan Pemilu 2024 kepada pemilih berbasis keagamaan di Trirukun, Wonosari, Kabupaten Boalemo, Jumat (27/1/2023).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh KPU Provinsi Gorontalo, tersebut melibatkan peserta dari kalangan tokoh masyarakat dan tokoh agama yang ada di wilayah Trirukun.
Daerah Trirukun, sebagaimana diletahui ini dihuni oleh tiga etnis yang berbeda yakni, masyarakat Bali, Minahasa dan Gorontalo. Ketiga etnis ini menyatu dalam denyut pembangunan yang harmoni.
Idris menyampaikan bahwa, ada lima tugas Bawaslu Provinsi yang mengawasi semua tahapan Pemilu di wilayah provinsi, pelaksanaan tindakalanjut rekomendasi pengawasan Pemilu, mengawasi netralitas ASN, pelaksanaan putusan dan keputusan di wilayah provinsi, dan mengawasi pelaksanaan sosialisasi penyelenggara Pemilu di wilayah provinsi, hal itu sebagai mana amanah dalam Perbawaslu No.5/2022, Pasal 4.
Lanjutnya Idris Usuli, pada dasarnya politisasi SARA dan Hate Speech adalah hambatan dalam mewujudkan Pemilu yang berkualitas, disampaing tingginya angka pelanggaran politik uang. Pengalaman Pemilu yang lalu menjadi pelajaran bagi kita, penggunaan sentiment SARA membuat masyarakat kita menjadi terkotak-kotak, sesama warga saling menebar kebencian dan saling menjelekkan, akibat penggunaan sentiment identitas untuk meraup kemenengan.(NN)




















