
POHUWATO-NN– Wakil Bupati Pohuwato, Suharsi Igirisa menghadiri Capasity Building TPID dan Gorontalo Economic Outlook 2023 oleh Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan penguatan kelembagaan demi terwujudnya ketahanan pangan daerah kuat.
Kegiatan yang berlangsung di Ballrom Saronde itu dibuka Pj. Sekda Provinsi Gorontalo, Budiyanto Sidiki. Turut hadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Dian Nugraha, para bupati, wali kota, Direktur Perusahaan, BUMD, BUMN serta perwakilan akademisi se-Provinsi Gorontalo.
Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Gorontalo, Dian Nugraha dalam sambutannya menyampaikan, Capasity Building ini adalah sebagai salah satu capaian prestasi program TPID di masing-masing kota, kabupaten se-Provinsi Gorontalo.
“Berdasarkan data BPS, perkembangan pada triwulan III 2023 perekonomian Gorontalo mengalami kenaikan sebesar 4.62% lebih tinggi pertumbuhanya dibanding pada triwulan II 2023. Namun demikian, perekonomian Provinsi Gorontalo masih lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi wilayah Sulawesi, Maluku, Papua maupun Nasional,” jelas Dian.
Selanjutnya kata Dian, kinerja perekonomian pada triwun III tahun 2023 didorong oleh pertumbuhan lapangan usaha pertanian yang tumbuh sebesar 5,50% lebih tinggi dari triwulan sebelumnya yakni 3,41%. Akselerasi pertumbuhan pertanian didorong oleh produksi jagung, padi dan perikanan.
“Berdasarkan data dinas pertanian Provinsi Gorontalo, produksi jagung sebagai komoditi utama tercatat sebesar Rp. 284 Miliyar atau tumbuh menjadi 31,24% pada triwulan III. Landasan perumusan program untuk mencapai stabilitas inflasi perwakilan Bank Indonesia Gorontalo berkolaborasi dengan ikatan sarjana ekonomi Indonesia,” ungkapnya.
Dikonfirmasi, Wabup Suharsi Igirisa didampingi Staf Ahli Bupati, Bahari Gobel dan Kabag Ekonomi dan SDA, Suwartono Hulawa menyampaikan, apresiasi atas pelaksanaan Capasity Building TPID, kegiatan yang dilaksanakan oleh BI Perwakilan Gorontalo.
Ia mengatakan, penguatan dalam strategi penyusunan program dalam pengendalian inflasi di Gorontalo, khususnya bagi daerah sudah tepat dan sangat membantu.
“Kami rasa ini cupup baik untuk meningkatkan pemahaman anggota TPID terkait tujuan pengendalian inflasi dan memperluas wawasan serta peran dan tantangan TPID dalam perekonomian, terutama dalam situasi ekonomi yang terjadi saat ini,” kanya Wabup Suharsi.
Wabup Suharsi juga mengakui bahwa, kegiatan ini sebagai salah satu upaya pengembangan SDM dalam pengambilan langkah-langkah taktis serta dapat merumuskan prodak unggulan serta menjaga kestabilan inflasi.
“Khususnya pangan, dalam rangka menuju 4K yakni, keterjangkauan harga, ketersedian pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi yang efektif,” imbuhnya.(mus/NN)




















