
NEWSNESIA.ID – Pemkot Gorontalo kembali menggelar Rapat Koordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk Triwulan I tahun 2022 di Aula Kantor Wali Kota, Jumat (3/6/2022).
Wali Kota Gorontalo, Marten Taha yang selama ini menerapkan 4 K, yakni ketersediaan barang, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, serta komunikasi efektif masih menyoroti tingginya harga minyak goreng.
“Percuma barang banyak tersedia tapi harga masih tinggi, ini akan membuat daya beli masyarakat rendah dan secara otomatis angka kemiskinan sulit kita tekan,” ungkap Marten usai rapat.
Sehingga secara khusus, Wali Kota Marten meminta kepada Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk rutin melakukan operasi pasar agar harga minyak goreng ini bisa kembali normal atau Rp. 14.000.
“Contoh ini minyak goreng, stoknya banyak tapi kalau masih mahal kan percuma daya beli masyarakat pasti rendah, makanya tadi kami minta Bulog agar melakukan operasi pasar dan Pemkot siap berkolaborasi sampai harga kembali normal ke Rp. 14.000,” tegasnya.
Terakhir sebagai bentuk penerapan komikasi efektif Wali Kota Gorontalo dua periode itu juga akan senantiasa melakukan koordinas dengan stakeholder lainnya agar inflasi bisa terus dikendalikan.
























