
NEWSNESIA.ID – Puluhan pelaku UMKM karawo terdiri dari pengrajin hingga designer mengikuti pelatihan UMKM dengan total 47 orang.
Kegiatan disponsori langsung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI bersama PT Bank Mandiri dan Tim Jadi Gini Belajar Bersama (JGBB) itu berjalan lancar. Hal ini dibuktikan adanya antusias peserta menerima materi yang diberikan dalam waktu 2 hari tersebut.
Pelaku UMKM karawo pun dibimbing secara langsung oleh seorang tokoh designer Indonesia ternama, Didiet Maulana sebagai seorang tutor.
Dalam hal ini, peserta ditekankan agar mampu meningkatkan volume penjualan melalui strategi marketing menggunakan media sosial. Ini pun dilakukan guna menyesuaikan kebutuhan konsumen dalam segi pelayanan maupun kualitas produk.
“Kami memberikan pembekalan bagaimana membuat konten-konten di media sosial karena dengan adanya digitalisasi ini, maka mereka bisa merambat tidak hanya menjua untuk kalangan di Gorontalo, tapi juga ke luar daerah hingga ke internasional,” ujar Didiet.
Didiet menilai bahwa karawo memiliki peluang besar, karena karawo memiliki nilai ekonomis dan layak dipromosikan.
“Kalau saya melihat dari segi pengerjaannya, kehalusannya dan story tellingnya memiliki potensi yang sangat besar untuk go internasional,” tutur dia.
Sementara dia juga mengungkapkan beberapa inovasi yang perlu dilakukan oleh para pengrajin karawo di Gorontalo, yaitu bahan dan warna.
“Warna mungkin harus lebih mempelajari tentang trend-trend warna sehingga warna-warna yang dihasilkan bisa juga mengikuti pasar karena pasar cenderung menyukai warna-warna yang lembut, warna-warna bumi sehingga dapat dilakukan penyerahan lebih tinggi untuk produk-produk mereka,” beber Kreatif Direktur IKAT Indonesia itu seraya mengaku dari segi harga, dirinya menilai cukup baik dan kompetitif bagi nilai penjualan pasar.(Via)





















