
NEWSNESIA.ID, Pohuwato — BJA Group merayakan pencapaian penanaman pohon gamal ke-20 juta melalui Family Gathering Keluarga Besar BJA Group, yang menghimpun lebih dari 3.000 karyawan beserta keluarga di Lapangan Proklamasi Popayato, Sabtu (22/11/2025).
Acara ini selain turut dimeriahkan dengan berbagai hiburan, lomba, dan pembagian door prize, juga melibatkan lebih dari 78 pelaku UMKM yang biasa berjualan di sepanjang jalan Trans Sulawesi di wilayah Popayato.
Selain manajemen BJA Group, hadir juga Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga beserta jajarannya, Anggota DPRD Kabupaten Pohuwato Rizal Pasuma dan Yuliani Rumampuk, Camat Popayato, Kapolsek Lemito, serta sejumlah tokoh masyarakat seperti Theo Mose dan Suharsi Igrisa, serta para kepala desa dari 15 desa binaan BJA Group.
Acara ini sekaligus menjadi simbol komitmen perusahaan terhadap pembangunan energi terbarukan, ekonomi berkelanjutan, serta praktik operasional yang bebas deforestasi.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan karyawan menyampaikan rasa syukur atas kehadiran BJA Group yang dinilai membuka lapangan pekerjaan luas bagi putra-putri daerah, meningkatkan kesejahteraan keluarga, dan memberikan kepastian masa depan.
Bobi Dalantang, salah seorang karyawan Divisi Pabrik, menyampaikan ucapan syukur atas kehadiran BJA Group yang telah berinvestasi dalam jumlah besar di Popayato, Kabupaten Pohuwato.
Menurut Bobi, dengan hadirnya BJA di Pohuwato, putra-putri daerah mendapatkan kesempatan untuk bekerja di kampung halaman tanpa harus pergi merantau, tentu dengan penghasilan yang lebih baik untuk membangun perekonomian keluarga.
“Terima kasih kepada Bapak Bupati Saipul Mbuinga dan Pemerintah Daerah Pohuwato yang telah memberikan izin berdirinya BJA Group, yang pada saat ini berinvestasi di daerah kami, Kabupaten Pohuwato. Sebuah investasi yang besar, investasi hijau, dan investasi jangka panjang sehingga membuka lapangan pekerjaan di daerah kami. Saya sangat bersyukur karena boleh bekerja di daerah kami sendiri, di dekat keluarga kami,” kata Bobi.
Selain tidak perlu merantau ke luar daerah, Bobi menambahkan, masyarakat yang mendapat kesempatan untuk bekerja di BJA kini tidak lagi khawatir akan kehidupan dan masa depan keluarganya.
“Kami bersyukur karena boleh memiliki penghasilan yang lebih baik dan lebih jelas untuk membangun perekonomian keluarga kami. Ada yang sudah bisa merenovasi rumah, ada juga yang bisa memiliki kendaraan sendiri,” imbuh Bobi.
Rahmatia Mutalib, karyawan Divisi Administrasi BJA Group yang merupakan putri daerah Pohuwato, menambahkan, sebagai satu dari ribuan karyawan yang bergantung kepada perusahaan. Sudah banyak yang ia peroleh dari bekerja di BJA Group. Tidak hanya untuk kelangsungan hidup, tetapi juga mewujudkan impian para karyawan terutama dalam merencanakan pendidikan yang terbaik untuk anak-anak.
“Saya tidak bisa bayangkan jika perusahaan ini ditutup imbas dari isu yang tidak benar dan tidak bertanggung jawab. Ke mana lagi kami harus mengadu? Apakah ada yang bisa menjamin membuka lapangan kerja untuk ribuan karyawan yang ada di sini?. Mewakili para karyawan, saya mohon bantuan dan dukungan bapak ibu yang ada di depan saya. Tanpa dukungan bapak dan ibu, suara saya tidak akan mengubah apa pun,” tutur Rahmatia menyuarakan suara hatinya kepada Bupati Saipul Mbuinga dan para tokoh masyarakat yang hadir.
Kontribusi BJA Group
Sejak beroperasi di Gorontalo, BJA Group terus membuktikan komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan penyerapan tenaga kerja yang besar, khususnya tenaga kerja dari Provinsi Gorontalo. Per September 2025, jumlah tenaga kerja di BJA Group ditambah dengan tenaga kerja bongkar muat (TKBM) berjumlah 1.501 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 84,5% tenaga kerja BJA Group merupakan Putra-Putri Daerah Provinsi Gorontalo. Hanya 15,5% yang berasal dari luar Gorontalo.
Direktur BJA Group, Zunaidi, menegaskan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan melalui reforestasi di atas lahan 4.000 hektare, serta menandai tonggak penanaman 20 juta pohon gamal.
“Komitmen kami terhadap keberlanjutan diwujudkan melalui penanaman 20 juta pohon gamal dalam rangka pembangunan industri energi terbarukan yang bebas deforestasi. Ini sejalan dengan program Pemerintah untuk energi terbarukan. Apa yang kami tanam hari ini untuk menghijaukan masa depan,” ujar Zunaidi.
Selain itu, kata Zunaidi, BJA Group juga berkontribusi pada perputaran ekonomi daerah dengan pembayaran gaji karyawan mencapai Rp6,8 miliar per bulan dan ekspor wood pellet sebesar 530.461 ton bernilai US$ 74,17 juta hingga 18 November 2025.
“Karyawan bukan sekadar bagian dari perusahaan. Merekalah fondasi yang membuat BJA Group mampu tumbuh dan berkontribusi bagi daerah. Kami berharap, perusahaan bersama pemerintah dan masyarakat bisa membangun Kabupaten Pohuwato semakin maju,” ujar Zunaidi.
Zunaidi juga menegaskan BJA Group akan terus memperkuat kontribusi ekonomi dan lingkungan, sekaligus menjaga sinergi dengan pemerintah dan masyarakat demi menjadikan Pohuwato pusat energi hijau Indonesia.
“Kami akan tetap konsisten menjalankan praktik biomassa yang legal, lestari, dan terverifikasi. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran BJA Group memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat Gorontalo—mulai dari lapangan pekerjaan, peningkatan ekonomi lokal, hingga restorasi lingkungan melalui reforestasi pohon energi. Kami percaya, dengan sinergi yang kuat, Pohuwato dapat menjadi pusat energi hijau yang membanggakan Indonesia,” imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga mengapresiasi pencapaian tersebut karena sejalan dengan target penanaman pohon dalam RPJMD 2025–2029 dan berdampak pada penurunan angka kemiskinan di Pohuwato menjadi 15,25%.
“Target pemerintah dalam RPJMD itu penanaman 1 juta pohon. Alhamdulillah, BJA Group sudah mencapai 20 juta pohon. Berarti RPJMD kami tercapai untuk periode tersebut,” ujar Saipul.
“Angka kemiskinan Kabupaten Pohuwato pada 2024 bertengger di angka 17,11%. Alhamdulillah, pada tahun ini angka kemiskinan sudah turun dua digit menjadi 15,25%. Ini berkat iklim investasi yang begitu baik, tumbuh, dan berkembang di daerah kita, di mana BJA Group menjadi bagian di dalamnya,” tambah Saipul.
Ia pun mengajak masyarakat mendukung investasi hijau dan meninggalkan opini yang menyesatkan.
“Tinggalkan opini-opini yang menyesatkan. Banyak daerah yang mengharapkan investasi datang ke daerah mereka. Kita diberikan keberkahan berupa sumber daya alam yang kita kelola dengan baik dan profesional,” tegas Saipul.





















