
NEWSNESIA.ID – Persiapan pelaksanaan Festival Kota Tua terus dimatangkan oleh Pemerintah Kota Gorontalo.
Festival yang rencananya akan dilaksanakan pada 8 sampai 11 November 2023 disebut membutuhkan total anggaran Rp. 750 Juta yang diambil dari APBD, DAU, dan juga sejumlah sponsor.
Namun terlepas dari jumlah anggaran hingga desain pelaksanaan, sebenarnya apa saja manfaat dari pelaksana Festival Kota Tua ? Berikut ulasannya :
Pertama, festival kota tua merupakan upaya Pemkot Gorontalo untuk menciptakan peluang pasar bagi UMKM bagi masyarakat setempat.
Kedua, menciptakan destinasi wisata baru bagi Gorontalo denagn nuansa budaya yang diharapkan dapat menarik wisatawan dari luar daerah.
Dalam hal ini, Kota Gorontalo merupakan salah satu dari lima Kota tertua di Pulau Sulawesi, termasuk Makasar, Palopo, Kota Gorontalo, Kota Bau-bau, lima dengan Manado.
“Karena kota seperti Gorontalo itu harus mengangkat objek wisata yang bernuansa budaya, adat, seni dan situs sejarah,” ujar Walikota Marten saat rapat Forkopimda diperluas, Senin (09/10/2023) di BLY.
Ketiga, menjadi bagian upaya agar Pemerintah Kota Gorontalo dapat menjadi anggota Jaringan kota Pusaka Indonesia (JKPI) dibawah binaan anggota PUPR sehingga diharapkan memperoleh sumber pendanaan baru melalui program Penataan, Pelestarian Kota Pusaka.
Keempat, menjadi wadah edukasi cagar budaya bagi masyarakat khususnya warga setempat.
Kelima, melalui festival kota tua diharapkan dapat melestarikan budaya Gorontalo bagi seluruh kalangan masyarakat, khususnya anak muda.
“Festival kota tua ini akan dilaksanakan sebagai suatu kegiatan yang dapat kita jadikan sebagai simbol persaudaraan yang berhubungan dengan agamais karna disana ada entnis cina, enis Arab, ada etnis Gorontalo dan berbagai etnis,” pungkasnya.
Sebagai informasi tambahan, sedikitnya ada 15 bangunan tua yang masuk dalam daftar bangunan tua dengan nilai sejarah yang dipersiapkan dalam festival tersebut. (fia/nn)



















