Newsnesia.id
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
Newsnesia.id
No Result
View All Result
Home Opini

Tambang Emas yang Tak Pernah Menjadi Emas: Ironi Bone Bolango

by NN Indonesia
12 Juli 2025
in Opini
Reading Time: 2 mins read
Supriadi Alaina

Oleh: Supriadi Alaina (Tokoh Masyarakat/Pembina Forum Rakyat Bone Bolango)

Bayangkan sebuah perusahaan tambang raksasa dengan nama gemerlap: Gorontalo Minerals. Bayangkan pula konsesi tambang emas yang membentang seluas 24.995 hektare, lengkap dengan jargon investasi untuk kesejahteraan daerah.

Sekarang bayangkan ini: sudah 26 tahun mereka bersemayam di Bone Bolango, sejak 1998 hingga 2025, tapi… produksi emasnya nihil. Kosong. Tidak ada. Nol besar.

Tapi jangan khawatir, meski emasnya belum keluar, kerusakan lingkungannya sudah mulai terasa. Sungai tercemar, hutan mulai botak, masyarakat di sekitar hidup dalam ketidakpastian. Selamat datang di Bone Bolango, tanah kaya tapi bukan untuk rakyatnya.

Izin Panjang, Produksi Absen: Kontrak Karya Rasa Liburan

PT Gorontalo Minerals (anak usaha Bumi Resources Minerals dan Antam) mendapatkan kontrak karya sejak 1998.

Sudah dapat izin operasi produksi sejak 2019 yang berlaku hingga 2052. Luar biasa, bukan? Lebih dari setengah hidup manusia, izin itu bisa diwariskan seperti warisan keluarga.

Tapi jangan harap ada kemakmuran turun ke desa-desa. Selama 26 tahun, yang turun justru eskavator, papan larangan, dan konflik agraria.

Produksi emas? Belum ada. Padahal kalau kita petik janji dari pidato-pidato mereka, mungkin daerah sudah jadi Dubai-nya Gorontalo.

Lingkungan Rusak Duluan, Tambang Belum Jalan

Ironi klasik: tambang belum produksi, tapi kerusakan sudah menganga. Sungai Bone yang dulunya jernih sekarang lebih cocok disebut “air mata bumi”—keruh dan penuh luka.

Longsor mematikan di area tambang rakyat (yang kebetulan masuk wilayah konsesi perusahaan) menelan belasan nyawa pada Juli 2024.

Saat itu, alih-alih empati, yang muncul justru perdebatan siapa yang ilegal: rakyat yang menambang atau perusahaan yang diam seribu bahasa?

PT GM tidak disalahkan. Mereka seperti tamu yang datang ke pesta, membalik meja, lalu menyalahkan pemilik rumah karena kacanya pecah.

Ganti Rugi Lahan? Masih dalam Proses, Katanya

Warga Bone Bolango bukan menolak tambang, mereka hanya menuntut kejelasan. Sejak 2013, konflik lahan tak kunjung usai.

Beberapa warga bahkan belum menerima ganti rugi, meski alat berat sudah masuk dan batas-batas wilayah adat dilanggar.

Tapi yah, perusahaan besar memang punya kesabaran tingkat dewa saat urus hak rakyat. Lambatnya luar biasa. Mungkin mereka pikir rakyat bisa hidup dari menghirup debu tambang sambil menunggu cek cair.

PAD Masih Angan-Angan, Ekonomi Lokal Dikunci

Pemerintah daerah bermimpi meraup PAD ratusan miliar dari tambang ini. Angka yang bagus untuk presentasi. Tapi realitasnya, jalan ke desa tetap berlubang, sekolah reyot, dan ekonomi lokal mati suri.

UMKM dan petani aren yang dulu bisa bernafas, kini dicekik perlahan oleh klaim wilayah dan papan larangan.

Tambang rakyat, yang sebenarnya menopang ekonomi kerakyatan, dicap “ilegal”. Tapi tambang besar yang tak produktif malah dilabeli “strategis”. Logika macam apa ini? Di negeri ini, yang punya alat berat selalu menang debat.

Sementara Itu, Hutan dan Satwa Menunggu Waktu

Konsesi PT GM mencaplok sebagian hutan lindung dan kawasan produksi terbatas. Di dalamnya, terdapat rumah bagi satwa langka seperti julang Sulawesi.

Tapi jangan khawatir, kita tidak perlu menunggu penambangan aktif untuk kehilangan mereka. Eksplorasi, pembukaan jalan, dan deru alat berat sudah cukup untuk membuat mereka angkat kaki. Mungkin di masa depan, kita hanya bisa melihat mereka di logo LSM atau mural dinding.

Keadilan yang Dipertaruhkan

Pertanyaan sederhananya: untuk siapa tambang ini ada?
Jika jawabannya bukan “rakyat Bone Bolango”, maka kita sudah tahu siapa yang selama ini dihidangkan emas dan siapa yang hanya diberi tanah lumpur.

Saatnya Kembali ke Rakyat

Jika perusahaan sudah diberi waktu 26 tahun dan belum menunjukkan hasil, bukankah sudah saatnya kita mencabut “karpet merah” itu?

Jika tambang rakyat dicap sebagai masalah, sementara tambang raksasa justru sumber kerusakan, mungkin kita harus membalik narasi: Rakyatlah solusi, bukan ancaman.

Kembalikan wilayah ini ke tangan rakyat. Legalkan WPR dengan pengawasan yang benar. Biarkan masyarakat mengelola sumber daya dengan cara yang manusiawi, berkelanjutan, dan berkeadilan.

Karena Bone Bolango tidak butuh perusahaan yang hanya pandai menggali janji.(*)

Tags: Tambang emas bone bolango
ShareSendTweetShare

Berita Terkait

Aris Setiawan
Opini

Bubarkan Saja KADIN Gorontalo

18 September 2026
Headline

Meluruskan Pandangan Kewenangan Polri dan PPNS Dalam Penegakan Hukum Cagar Budaya

11 September 2026
Headline

Jangan Asal Unik: Ketika Nama Layanan Publik Mempertaruhkan Reputasi

25 Agustus 2026
Next Post

Resmi Diluncurkan, Ini Logo Gorontalo Half Marathon 2025

Pratu La Alimanto Bantu Penebangan Bambu untuk Pembangunan Masjid Al-Hijrah

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Trending

Supriadi Alaina

Tambang Emas yang Tak Pernah Menjadi Emas: Ironi Bone Bolango

1 tahun ago
Aris Setiawan

Bubarkan Saja KADIN Gorontalo

9 jam ago
Kapolsek Mananggu, IPTU Rivo Mandagi menyerahkan paket bantuan beras sebagai amanah dari Kapolres Boalemo, AKBP Firman Taufik, SIK.

Ditengah Kesulitan Warga, Kapolres Boalemo Bagikan Bantuan 32 Paket Beras di Kecamatan Mananggu

16 jam ago
Ilistrasi pasokan gas LPG 3 Kg

Pertamina Tambah 193.200 Tabung LPG 3 Kg di Sulselbar, Pasokan Naik hingga 100 Persen

2 hari ago
Sidanh Isbat

Tahap II Isbat Wakaf Digelar, BPN dan Lintas Instansi Perkuat Perlindungan Aset Umat di Kota Gorontalo

2 hari ago
f.ist

Menag RI Lantik Rektor UIN Gorontalo

4 hari ago
f.ist

Terminal Limboto Kini Lebih Keren

1 hari ago
Bupati Boalemo, Rum Pagau memberikan sambutan pada kegaitan High Level Meeting dan Capacity Building Neraca Pangan.(f,dok,pimpinan)

Gandeng BI, Pemkab Boalemo Gelar High Level Meeting dan Capacity Building Neraca Pangan

2 hari ago
Nadya (kanan) bersama ibunya (kiri) menceritakan pengalaman dan perjuangannya menjadi seorang Community Officer BTPN Syariah-(f.hms)

Cerita Nadya, Community Officer BTPN Syariah di Gorontalo; Pengabdian yang Memberi Makna

2 tahun ago
Wamen ATR/Waka BPN Ossy Dermawan

Pelantikan Pejabat ATR/BPN Jadi Bagian Penataan Organisasi dan Transformasi Layanan

1 minggu ago

Terbaru

f.hms
Headline

Pemprov Gorontalo Terbaik I se Sulawesi Kualitas Layanan Kesehatan

by NN Indonesia
18 September 2026
0

f.hms NN.ID, GORONTALOA- Gubernur Gusnar Ismail dan Wagub Idah Syahidah mencatatkan banyak prestasi prestisius sejak memimpin Provinsi...

Bupati Boalemo, Rum Pagau memberikan supor dan semangat bagi para anggota BPD yang baru saja dilantik.(f.dok.pimpinan)

363 Anggota BPD di 62 Desa Resmi Dikukuhkan

18 September 2026
Bupati Boalemo, Rum Pagau memberikan sambutan pada sidang paripurna persetujuan rancangan APBD Perubahan tahun anggaran 2026.(f.dok.pimpinan)

Bupati Rum Pagau Salut Kinerja DPRD, Tuntas Bahas Rancangan APBD-P 2026

18 September 2026
Aris Setiawan

Bubarkan Saja KADIN Gorontalo

18 September 2026
Kapolsek Mananggu, IPTU Rivo Mandagi menyerahkan paket bantuan beras sebagai amanah dari Kapolres Boalemo, AKBP Firman Taufik, SIK.

Ditengah Kesulitan Warga, Kapolres Boalemo Bagikan Bantuan 32 Paket Beras di Kecamatan Mananggu

18 September 2026
f.ist

Terminal Limboto Kini Lebih Keren

17 September 2026
Bupati Boalemo, Rum Pagau memberikan sambutan pada kegaitan High Level Meeting dan Capacity Building Neraca Pangan.(f,dok,pimpinan)

Gandeng BI, Pemkab Boalemo Gelar High Level Meeting dan Capacity Building Neraca Pangan

17 September 2026
Sidanh Isbat

Tahap II Isbat Wakaf Digelar, BPN dan Lintas Instansi Perkuat Perlindungan Aset Umat di Kota Gorontalo

17 September 2026
Ilistrasi pasokan gas LPG 3 Kg

Pertamina Tambah 193.200 Tabung LPG 3 Kg di Sulselbar, Pasokan Naik hingga 100 Persen

16 September 2026
Antrean BBM di Makassar dan sekitarnya yang sudah mulai kondusif.

BBM di Makassar, Gowa, Takalar, dan Maros Kembali Kondusif

16 September 2026
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman & Kode Etik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.

No Result
View All Result
  • Home
  • Trending
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Balik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.