
NEWSNESIA.ID, GORUT – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gorontalo Utara (Gorut) mengingatkan agar realisasi fisik didanai dengan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) agar terus dipacu dan selesai tepat waktu. Saat ini sudah masuk bulan September, realisasi fisiknya baru mencapai 30 persen untuk secara keseluruhan.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Komisi II DPRD Gorut, Ridwan Riko Arbie usai menggelar rapat evaluasi pengelolaan dana PEN bersama mitra kerja Komisi II, belum lama ini.
Ridwan mengatakan, sebagai mitra kerja yang baik, pihaknya terus memberikan motivasi kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, agar supaya di 3 bulan kedepan ini realisasi fisik sudah bisa mencapai 50 atau 60 persen.
“Agar supaya sisanya yang tiga bulan berjalan ini sudah bisa dipastikan akan terserap 100 persen untuk anggaran PEN yang masuk di Gorut,” jelas aleg 3 periode ini.
Lanjut kata Ridwan R. Arbie, dari evaluasi pihaknya, ada beberapa program yang mungkin tidak lagi dikerjakan atau diburu waktu. Misalnya, pengerjaan jalan Pontolo-Ombulodata, kemudian ada juga rumah sakit yakni CT Scan. OPD terkait diimbau untuk tidak memaksakan pelaksanaan pekerjaan dan diminta untuk melihat lagi waktu serta pelung terhadap capaian nantinya.
“Kami menyampaikan, kalau memang ini tidak bisa, karena diburu waktu, alangkah baiknya anggaran ini dikembalikan. Agar supaya tidak menjadi beban di APBD di tahun berikutnya,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan Anggota Komisi II, Gustam Ismail. Dirinya meminta OPD terkait agar melihat dan memperhatikan waktu pelaksanaan pekerjaan.
“Yang penting OPD bisa menjamin pekerjaan itu bisa selesai tepat waktu.
Jangan sampai kita beri kelonggaran, kemudian ini tidak bisa diselesaikan,” imbuhnya. (Rol)



















