
POHUWATO-NN– Semenjak dinyatakan sebagai wilayah dengan status Kejadian Luar Biasa (KLB), saat itu juga upaya memerangi penyakit malaria di Kabupaten Pohuwato di tingkatkan.
Bukan saja pemerintah daerah, unsur forkopimda, para penambang rakyat juga ikut mengambil peran bagaimana penyebaran malaria ini bisa ditekan.
Usaha dari semua pihak ini pun membuahkan hasil positif. Berdasarkan data sementara, jumlah kasus masyarakat terpapar penyakit malaria di Pohuwato saat ini mengalami penurunan yang sangat signifikan.
Bayangkan saja, dari yang sebelumnya sebanyak 1889 orang, kini hanya tersisa 11 orang yang masuk perawatan dan dalam pengawasan dokter, sementara dua orang sementara dirawat di rumah sakit.
“Dari 1889 yang terpapar penyakit malaria, terdapat 1876 yang di nyatakan sembuh. 11 orang dalam pemantauan minum obat di rumah masing-masing, sementara 2 orang di rawat inap di fasilitas kesehatan,”. Ungkap Kepala Bidang P2 Dinas Kesehatan Kabupaten Pohuwato Roys Gunibala, Sabtu (03/05/2025).
Namun demikian kata Roys, meski berdasarkan data yang masuk per tanggal 3 Mei masih nol kasus, dirinya mengingatkan semua pihak untuk tetap waspada.
Iya juga berharap adanya dukungan dari semua, bukan saja pemerintah, melainkan peran masyarakat juga diperlukan, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Trand menurun per hari ini. Hari ini tidak ada kasus, tapi bisa saja besok melonjak. Ini butuh peran semua, bukan saja pemerintah, masyarakat juga sangat membantu terlebih dalam menjaga kebersihan lingkungan,” tukasnya.(Mus)























