
NEWSNESIA.ID – Anggota DPRD Gorontalo Utara, Windra Lagarusu, menyampaikan sejumlah catatan strategis kepada Pemerintah Daerah dalam Rapat Paripurna DPRD, Selasa (4/8/2026).
Dalam rapat Paripurna, Di hadapan Bupati, pimpinan DPRD, dan OPD, Windra mengingatkan tingginya ketergantungan fiskal daerah terhadap dana transfer pusat yang masih di atas 90 persen.
Ia meminta pembangunan diarahkan pada sektor berdampak besar dan mampu memperkuat keuangan daerah.Tiga sektor yang disoroti yakni kesehatan, infrastruktur, dan investasi daerah.
Di sektor kesehatan, ia meminta peningkatan layanan di RSUD dan Puskesmas serta perhatian anggaran di APBD Perubahan dan APBD 2027.
Menurutnya, sektor kesehatan berpotensi meningkatkan PAD. Pendapatan RSUD Zainal Umar Sidiki mencapai Rp16 miliar per tahun, sementara puskesmas dan dana kapitasi Rp10-11 miliar.
Windra juga mendorong percepatan peningkatan status Rumah Sakit Tolinggula Melayani (RSTM) menjadi tipe D agar pembiayaan BPJS lebih besar.
Syaratnya, menyiapkan empat dokter spesialis dan tambahan 10 tempat tidur, yang harus direncanakan Dinas Kesehatan untuk target 2027.
Di sektor infrastruktur, ia menyoroti Desa Dudepo, Kecamatan Anggrek. Setelah listrik masuk, ia meminta pemerintah merencanakan pembangunan jalan antar dusun di Dudepo untuk mempermudah distribusi hasil pertanian dan perikanan.
Terkait investasi, Windra menyoroti penyertaan modal di Bank SulutGo (BSG) yang telah mencapai Rp24 miliar. Menurutnya, investasi itu aset likuid yang memberi dividen dan CSR, serta menjadi penyangga jika transfer pusat tertekan.
Ia mempertanyakan belum adanya rencana penambahan modal di dokumen KUPA-PPAS Perubahan. Menurutnya, memperkuat investasi di BSG lebih aman dibanding membentuk badan usaha baru.
Windra berharap Pemda dan DPRD memiliki kesamaan pandangan dalam menyelesaikan persoalan strategis demi manfaat jangka panjang bagi masyarakat. (*)



















