
NEWSNESIA.ID – Pemerintah Kota Gorontalo akan meningkatkan kuota penerima Layanan Jaminan Kesehatan Ketenagakerjaan (Jamsostek) bagi masyarakat pekerja informal dengan jumlah 10.000 peserta.
Layanan Jamsostek pekerja informal di Kota Gorontalo terdiri dari pengemudi bentor, dagang kecil, buruh harian lepas, buruh tani dan nelayan yang tersebar pada 50 Kelurahan dan 9 Kecamatan melalui dana APBD Kota Gorontalo.
“Ini merupakan wujud kepedulian Pemerintah Kota kepada para pekerja informal rentan yang mana melalui program ini pekerja akan merasa nyaman dalam bekerja karena seluruh resiko kecelakaan kerja dan kematian telah ditanggung oleh Pemerintah,” ungkap Walikota Marten saat menghadiri rapat koordinasi program dan UKM Kota Gorontalo tentang kepesertaan jaminan sosial Ketenagakerjaan, Rabu (06/09/2023) di Manado.
Dikatakan Walikota, Jamsostek Kota Gorontalo telah didaftarkan sebanyak 2.650 non ASN, TPKD dan guru honorer pada program jaminan sosial Ketenagakerjaan, 500 pengurus RT/RW dan 672 pekerja keagamaan, imam masjid dan marbord serta 3.366 ASN Kota Gorontalo yang terdaftar melalui wadah Korpri dengan total 17.188 peserta.
“Pemerintah selalu melakukan sosialisasi terkait program Jaminan Kesehatan Ketenagakerjaan ini sehingga masyarakat mampu bisa membayar sendiri dan melindungi diri sendiri,” Pungkas Marten.
Penulis : Selfia Abdullah























