
NEWSNESIA.ID, BOALEMO – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke 76 Tahun 2022 melahirkan pandangan dan secercah harapan dari sosok Ketua DPRD Kabupaten Boalemo, Karyawan Eka Putra Noho.
Menurut Eka Putra begitu sapaan karibnya mengatakan, momen peringatan HPN diselenggarakan di Kendari, Sulawesi Tenggara tahun ini berlangsung sukses. Ia bahkan berharap melalui kegiatan ini lahir kesepakatan dalam pertumbuhan pers yang mampu menciptakan kemaslahatan rakyat Indonesia. Apalagi di tengah arus perkembangan zaman yang kian hari kian cepat.
“Wartawan tak boleh kalah bersaing dengan media sosial (Medsos). Namun tetap memperhatikan kaidah-kaidah penulisan agar terhindar dari berita bohong atau hoax,” ucapnya.
Lanjut Politisi Ulung PDI-P Boalemo ini mengatakan, keberadaan pers sangat berpengaruh dalam kemajuan pembangunan bangsa dan negara. Tentu hal itu dibutuhkan hubungan kerja sama yang baik semua lintas. Entah dari kalangan pers dan pemerintah daerah maupun DPRD.
“Para insan pers tidak hanya dijadikan mitra, tetapi juga bisa jadi teman diskusi yang baik dalam urusan pemerintahan maupun urusan kepentingan rakyat. Sebab, bisa jadi ada masukan insan pers yang perlu jadi pertimbangan,” tuturnya.
Eka Putra menambahkan, pers sebagai salah satu pilar demokrasi sangat memberikan dampak positif bagi perkembangan dan kemajuan bangsa, negara dan daerah. Karena itu, pers kedepan diharapkan punya legitimate yang kuat. Begitu pula insan pers diharapkan mampu memahami dan mengimplementasikan tugas dan fungsinya sesuai aturan berlaku.
“Kalau kita tidak hati-hati dalam hal pemberitaan maka bisa jadi hal-hal yang baik malah jadi buruk. Untuk itu, insan pers patut mendapat penguatan dan perlindungan dalam tugasnya,” harapnya.
Bagi pers diharapkan pula bisa menyatukan pemahaman untuk perkembangan dan kemajuan daerah, bangsa maupun negara. Pemerintah dapat menjadikan pers sebagai mitra dan begitu pula sebaliknya.
“Patut diperkuat bahwa seorang insan pers tentu punya kriteria khusus menjadi jurnalis. Sehingga dalam perumusan ataupun pembuatan berita mampu menjabarkan asas dan tujuan mencerdaskan kehidupang bangsa,” tambah wakil rakyat 3 Periode tersebut.
“Disamping itu, pers juga diharapkan mampu mengelola tata bahasa dari sumber yang berlawanan dengan kebijakan pemerintah. Belakangan ini, saya cukup melihat ada LSM di daerah membuat media. Pada akhirnya sulit membedakannya. Mana profesi sebagai jurnalis dan posisi sebagai LSM. Karena itu, profesi sebagai jurnalis ketika sudah dijadikan hobi maka otomatis akan menjadi baik,” bebernya.(nn)





















