
NEWSNESIA.ID, GORONTALO – Pelaksanaan pelatihan vokasi di Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Gorontalo memasuki hari ke-27. Program pelatihan yang mencakup kejuruan Menjahit, Pemasangan Instalasi Listrik, dan Servis Sepeda Motor ini mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan, seiring meningkatnya kompetensi dan keterampilan para peserta.
Sebanyak 42 peserta yang mengikuti pelatihan menunjukkan perkembangan signifikan setelah menjalani pembelajaran teori dan praktik secara intensif selama hampir satu bulan. Berbagai materi yang diberikan tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga membentuk kesiapan peserta untuk memasuki dunia kerja maupun berwirausaha.
Selama pelatihan berlangsung, para peserta dibimbing langsung oleh instruktur berpengalaman sesuai bidang keahlian masing-masing. Melalui praktik yang berorientasi pada standar kompetensi kerja, peserta kini semakin percaya diri dalam menyelesaikan berbagai tugas dan tantangan di bidang yang mereka tekuni.
Para instruktur menilai perkembangan peserta sangat positif. Selain mengalami peningkatan keterampilan teknis, peserta juga menunjukkan perubahan sikap kerja yang lebih baik, seperti disiplin, tanggung jawab, kemampuan bekerja sama dalam tim, serta etos kerja yang tinggi. Aspek tersebut menjadi bekal penting untuk meningkatkan daya saing di dunia kerja.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, ESDM dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo, Drs. Wardoyo Pongoliu, M.Si., bersama Kepala Balai Latihan Kerja Provinsi Gorontalo, Rahmi Tangahu, S.E., berharap seluruh peserta tetap menjaga semangat belajar hingga pelatihan berakhir.
Menurut mereka, keterampilan yang diperoleh selama mengikuti pelatihan diharapkan mampu menjadi modal untuk meningkatkan produktivitas, membuka peluang usaha mandiri, maupun memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.
Pelaksanaan pelatihan vokasi ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo di bawah kepemimpinan Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Melalui penguatan kompetensi tenaga kerja, pemerintah daerah terus berupaya menekan angka pengangguran sekaligus menciptakan tenaga kerja yang terampil, produktif, dan mampu bersaing di pasar kerja.
























