
NEWSNESIA.ID, GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo terus memperkuat komitmennya dalam mendukung agenda nasional penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) melalui pengembangan energi baru terbarukan (EBT). Komitmen tersebut mengemuka dalam hasil Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Baseline, Target, dan Rencana Aksi Mitigasi Subnasional Wilayah Sulawesi dan Maluku yang digelar di Makassar pada 22–24 Juni 2026.
Melalui sektor energi, Pemerintah Provinsi Gorontalo memfokuskan upaya mitigasi perubahan iklim pada percepatan transisi energi melalui peningkatan bauran EBT dan efisiensi energi. Langkah ini dinilai strategis mengingat sektor energi masih menjadi salah satu penyumbang emisi GRK terbesar di Provinsi Gorontalo.
Implementasi Rencana Umum Energi Daerah Provinsi (RUED-P) Gorontalo menunjukkan capaian yang positif. Persentase bauran EBT yang pada tahun 2024 sebesar 10,58 persen meningkat menjadi 12,29 persen pada tahun 2025. Peningkatan tersebut menjadi indikator semakin kuatnya komitmen daerah dalam mengurangi ketergantungan terhadap energi berbasis fosil.
Salah satu aksi mitigasi yang menjadi prioritas adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap. Pemerintah mendorong agar sedikitnya 30 persen bangunan pemerintah maupun swasta memanfaatkan PLTS Atap sebagai sumber energi ramah lingkungan.
Di Provinsi Gorontalo, implementasi PLTS Atap telah dilakukan oleh sejumlah sektor swasta dan BUMN, di antaranya Gudang PT Alfamart, Bank Danamon, dan Bank BTN. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Tenaga Kerja, ESDM, dan Transmigrasi telah menyusun dokumen Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED) PLTS Atap untuk perkantoran pemerintah sejak tahun 2023.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian ESDM dengan pembangunan PLTS Atap di kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) serta Bappeda Provinsi Gorontalo. Sinergi pemerintah pusat dan daerah tersebut diharapkan mampu mempercepat pemanfaatan energi bersih di berbagai sektor.
Berdasarkan rencana aksi mitigasi yang disusun, pengembangan PLTS Atap diproyeksikan mampu menurunkan emisi hingga sekitar 45.000 ton CO₂ ekuivalen per tahun, dengan periode pelaksanaan hingga tahun 2030.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, ESDM, dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo, Drs. Wardoyo Pongoliu, M.Si, menegaskan bahwa pengembangan energi baru terbarukan merupakan salah satu langkah strategis untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan sekaligus mendukung target nasional pengendalian perubahan iklim.
Melalui berbagai program tersebut, Pemerintah Provinsi Gorontalo di bawah kepemimpinan Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah terus mendorong pemanfaatan energi bersih sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berwawasan lingkungan, berkelanjutan, dan berkontribusi terhadap pencapaian target penurunan emisi nasional.


















