
POHUWATO-NN– Musim panen kali ini, petani jagung yang ada di Kabupaten Pohuwato sepertinya harus gigit jari. Bagaimana tidak, pengambilan hasil panen mereka oleh pengepul di luar dari harapan mereka.
Bayangkan saja, dari yang awalnya bisa menembus Rp 6.000/kg, sekarang hanya hanya Rp 2.900/kg, sementara untuk harga gudang para petani tidak mengetahui.
Informasi tersebut sebagaimana disampaikan salah satu petani jagung yang ada di Kecamatan Taluditi. Ia mengatakan, merosotnya harga itu diduga karena adanya permainan harga oleh para pengepul.
“Kayaknya panen kali ini torang tidak mo ba sabar dulu. Soalnya ini dorang pe pengambilan bisa sampai di Rp 2.900. Torang rasa ini pengepul pe permainan harga,” ujarnya, Jum’at (p5/07/2024).
Dirinya juga menuturkan, selain harga pengambilan pengepul yang relatif murah, banjir juga menjadi penyebab sebagian petani gagal panen.
“Banyak juga torang yang gagal panen karena banjir. Bahkan, ada yang rata samua, habis terbawa banjir,” lanjutnya.
Terakhir Ia berharap, ada solusi dari pemerintah, terlebih dari dinas terkait untuk masalah ini.
“Kami cuma berharap nantinya ada solusi dari pemerintah dengan torang pe masalah sekarang,” tutupnya.(mus/NN)





















