
NEWSNESIA.ID, GORONTALO – Pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII di Gorontalo meninggalkan kesan mendalam bagi peserta asal Kepulauan Riau (Kepri). Selain memperoleh berbagai pengetahuan dan pengalaman baru, mereka juga merasakan keramahan masyarakat serta pelayanan yang dinilai sangat baik selama berada di Bumi Serambi Madinah.
Ketua KTNA Kepulauan Riau, Ray Shandy Steven, mengungkapkan bahwa kontingennya mendapat sambutan luar biasa sejak tiba hingga mengikuti seluruh rangkaian kegiatan PENAS XVII. Menurutnya, dukungan yang diberikan pemerintah daerah, aparat kelurahan, hingga warga yang menjadi keluarga asuh membuat peserta merasa nyaman dan diterima layaknya keluarga sendiri.
“Kami mendapatkan pelayanan yang luar biasa. Mulai dari lingkungan tempat tinggal, dukungan pemerintah, pak lurah, hingga masyarakat yang sangat ramah. Semua kebutuhan kami selama berada di Gorontalo dapat terpenuhi dengan baik,” ujar Ray, Selasa (23/6/2026).
Ia menambahkan, meskipun tidak ada penyelenggaraan yang sempurna, namun yang terpenting adalah manfaat dan pengalaman yang diperoleh peserta. Selama mengikuti PENAS XVII, kontingen Kepri banyak mendapatkan ilmu, wawasan, serta pengalaman baru yang nantinya akan diterapkan di daerah masing-masing.
“Kami datang untuk belajar dan Alhamdulillah banyak ilmu yang kami dapatkan. Insya Allah pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh di Gorontalo akan kami implementasikan ketika kembali ke Kepulauan Riau,” katanya.
Ray juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Gorontalo, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh masyarakat yang telah memberikan pelayanan terbaik kepada peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Ia berharap silaturahmi yang terjalin selama PENAS dapat terus berlanjut di masa mendatang.
Senada dengan itu, peserta asal Kabupaten Karimun, Darnis, menilai penyelenggaraan PENAS XVII di Gorontalo menjadi salah satu yang terbaik yang pernah diikutinya. Menurutnya, keramahan masyarakat menjadi nilai lebih yang membuat peserta merasa betah selama berada di Gorontalo.
“Gorontalo terbaik. Kami berterima kasih atas pelayanan yang diberikan, baik oleh Badan Penghubung Provinsi Gorontalo, pihak kelurahan, maupun masyarakat. Kami tidak hanya belajar soal pertanian dan perikanan, tetapi juga mengenal budaya serta sopan santun masyarakat Gorontalo,” ungkapnya.
Sementara itu, warga Kecamatan Limboto, Ramlan Suleman, mengatakan kehadiran peserta PENAS telah mempererat hubungan persaudaraan antara masyarakat Gorontalo dan tamu dari berbagai daerah, termasuk Kepulauan Riau.
“Selama kurang lebih enam hari bersama, kami sudah seperti keluarga. Banyak pengalaman dan cerita yang dibagikan. Ini menjadi kenangan yang sangat berharga bagi kami,” ujar Ramlan.
Pelaksanaan PENAS XVII tidak hanya menjadi ajang pertukaran ilmu dan teknologi di bidang pertanian dan perikanan, tetapi juga menjadi wadah memperkuat persatuan dan mempererat tali silaturahmi antarwarga bangsa. Kesan positif yang dibawa pulang peserta Kepulauan Riau menjadi bukti bahwa Gorontalo sukses menjadi tuan rumah yang ramah, hangat, dan berkesan bagi seluruh peserta dari berbagai penjuru Indonesia.























