
NEWSNESIA.ID, GORONTALO- Pemerintah dalam waktu dekat berencana untuk menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Hal ini bersinggungan langsung dengan masyarakat (relasi sosial-red) kelas bawah.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan dalam sebuah kesempatan, pemerintah terpaksa menaikan harga BBM. Dia mengatakan, hal ini dipengaruhi oleh ekonomi global yang sedang bergejolak. Utamanya yang berkaitan dengan kenaikan inflasi hampir disemua negara. Jokowi menegaskan, tidak mungkin pemerintah tidak menaikan BBM.
Wacana kenaikan BBM ini ditanggapi Dosen Politik Islam IAIN Sultan Amai Gorontalo Dr. Sahmin Madina, MSi. Menurutnya, secara politik, kebijakan pemerintah yang langsung dirasakan masyarakat kecil tersebut akan memiliki dampak. Khususnya soal elektoral dan kepuasan terhadap kinerja pemerintah apalagi ditahun 2024 mendatang adalah pesta demokrasi sercara serentak.
“Dampak yang paling dekat sebenarnya dengan naiknya harga BBM akan mempengaruhi turunnya tingkat kepuasan terhadap pemerintah secara signifikan. Jadi approval ratingnya ya akan menurun, tingkat kepuasannya antara lain. Karena kenaikan BBM saat ini makin bergulir dipublik tentunya dipertimbangkan kembali untuk belum menaikan harga BBM,” kata sahmin pada media newsnesia.id.(NN)




















