
newsnesia.id- Pekan Olahraga Pelajar Provinsi (POPPROV) adalah ajang kompetisi olahraga tahunan yang diselenggarakan di tingkat provinsi untuk menjaring atlet pelajar berbakat.
POPPROV menjadi wadah bagi pelajar untuk berkompetisi dan mengasah kemampuan mereka dalam berbagai cabang olahraga, serta sebagai ajang seleksi untuk mewakili provinsi dalam Pra Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS).
Nah, di Gorontalo, POPPROV juga menjadi bagian penting dari pembinaan olahraga pelajar. Melalui POPPROV, diharapkan dapat ditemukan bibit-bibit atlet potensial yang dapat mengharumkan nama daerah di kancah nasional. Namun sejak berdirinya Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), event tersebut belum kunjung terlaksana sejak tahun 2014 silam.
Kadispora Provinsi Gorontalo, Danial Ibrahim yang coba dikonfirmasi awak media ini belum memberikan penjelasan terkait akan digulirkannya Popprov ini atau tidak.
Sebagai informasi, sejatinya tujuan pelaksanaan Popprov sendiri yakni tidak lain untuk menemukan dan mengembangkan potensi atlet pelajar, serta mempersiapkan mereka untuk kompetisi yang lebih tinggi, seperti Pra POPNAS dan POPNAS.
Dimana manfaat yang pasti akan diperoleh adalah meningkatnya prestasi olahraga pelajar. Mempererat tali silaturahmi antar pelajar dan mendorong semangat sportifitas dan persaingan sehat serta menjadi ajang seleksi atlet untuk Pra POPNAS.
Dan dengan adanya POPP, diharapkan pembinaan olahraga pelajar di Gorontalo dapat terus berkembang dan melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (*)
Terpisah salah seorang tokoh olahraga Kabupaten Gorontalo, Halid Ahmad juga mengaku ada apa sebenarnya hingga event sekelas POPPROV tidak lagi di gelar. Padahal Pra Popnas dan POPNAS tidak pernah absen dilaksanakan.
“Apa kabarnya Pekan Olahraga Pelajar Provinsi (POPPROV) Gorontalo? Kenapa sudah tak terdengar lagi nasibnya sekarang?, apa akan terkubur untuk selamanya dan hanya menyisakan sebuah pertanyaan?,” tanyanya pada awak media ini.
“Jangan hanya habis di koordinasi tanpa adanya kejelasan. Dan saya melihat Popprov ini sudah semakin hilang dengan adanya riuh pikuk gaung PORPROV yang seolah POPPROV hanya tinggal nama lagi,” lanjutnya.
Halid juga mempertanyakan, apakah PORPROV dapat melahirkan atlet berprestasi tanpa melaksanakan Popprov yang merupakan cikal bakal lahirnya atlet muda berprestasi yang bisa menuju ketingkat nasional bahkan internasional.
“Jika Popprov tidak dilaksanakan, lantas bagaimana nasib para atlet pelajar yang sudah berlatih bertahun-tahun?,” pungkasnya. (Ns)






















