
NEWSNESIA.ID – Rencana Penghapusan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan pertalite oleh Pemerintah pusat makin menuai banyak polemik dan protes dari berbagai pihak.
Salah satunya datang dari Ketua Badan Pengawas Nasional Himpunan Mahasiswa Manajemen Indonesia (BPN HMMI), Inkrianto Mahmud yang menilai rencana tersebut akan semakin menyengsarakan rakyat.
“Pemerintah kok makin kesini makin arogan, rencana ini jelas tidak boleh dibiarkan terjadi, rakyat makin sengsara ditengah situasi ekonomi yang makin suram dan sulit bangkit,” ujarnya.
Inkrianto juga mengatakan, selama ini pemerintah selalu nampaknya selalu memberikan beban besar kepada Rakyat kecil justru ketika tubuh perekonomian goyang dan tak seimbang lagi.
“Dengan alasan ingin menstabilkan ekonomi, rakyat lagi yang dikorbankan entah ekonomi mana yang mau distabilkan, rakyat dalam keadaan susah begini malah subsidinya dihapus,” kata mantan Ketua HMPS Manajemen UNG tersebut.
Ia mengajak seluruh pihak untuk tegas menolak rencana tersebut. Sebab ia geram karena seolah penderitaan rakyat hanya jadi periwara dan parodi bagi pemerintah saja.
“Dihapus saat Pemilu masih lama, begitu Pemilu dimunculkan lagi kan itu yang terjadi di BBM jenis Premium, pokoknya kita harus tolak rencana itu kalau perlu kita turun aksi besar-besaran sekalian, sudah mati hati nurani pemimpin kita,” tegasnya.






















