
NEWSNESIA.ID – Satu jargon makin populer belakangan menggema di wilayah Kecamatan Wonosari, seiring ramainya pertarungan Suksesi Boalemo 2024.
Jargon tersebut terdengar hampir di tiap lisan masyarakat pemilih, di berbagai penjuru desa di wilayah kecamatan dengan penduduk dari berbagai etnis tersebut. Mulai dari etnis Gorontalo, Jawa, dan Bali.
Mereka kalangan warga pemilih di Wonosari menyatakan sikap yang solid dan bersatu membupatikan Wonosari di Pilkada Boalemo 2024.
Mereka umumnya kaum petani, pengusaha kecil hingga pengusaha sukses mengaku, panggung Pilkada Boalemo tahun ini, sudah waktunya bagi Putra Wonosari memimpin Boalemo periode 2025-2030. Ia adalah Calon Bupati Boalemo, Dedy Hamzah berpasangan Calon Wakil Bupati, Riko Djaini (MAHARAJA), diusung koalisi Partai Demokrat, PDI-P, Hanura dan PBB.
“Jadi, bagi seluruh masyarakat Wonosari wajib hukumnya mendukung dan memenangkan pasangan nomor urut 1, MAHARAJA (Dedy Hamzah-Riko Djaini) pada tanggal 27 November 2024 mendatang,” seru Marlin Ibrahim, ibu rumah tangga asal Desa Bongo Dua, di sela-sela kampanye blusukan pasangan MAHARAJA.
Ia menilai, Kecamatan Wonosari sampai saat ini hanya dianggap sebagai pelengkap derita hingga dimarjinalkan. Banyak infrastruktur pembangunan dasar, seperti jalan dan jembatan sudah tak layak dilalui. Semua rusak parah, karena kondisi berlubang. Parahnya, sejak beberapa dekade pemerintahan, sarana penunjang roda ekonomi masyarakat ini tak ada perhatian serius.
“Di mana-mana, bupatinya yang jadi, sudah pasti memperbaiki jalan-jalan di wilayah kecamatan perwakilannya. Nah, demi rasa keadilan pembangunan itu, kami punya keinginan yang sama lewat Pilkada Boalemo 2024 ini, kami masyarakat Wonosari bersatu membupatikan putra Wonosari jadi Bupati Boalemo,” tegas Marlin Ibrahim disambut antusias para pendukung MAHARAJA.
Ia lantas menambahkan, hadirnya putra Wonosari di panggung Pilkada Boalemo sekiranya mendapat dukungan moril dari berbagai lapisan masyarakat di wilayah kecamatan lain di Boalemo. Semata-mata bukan menonjolkan ego primordial, tetapi sebagai bentuk kerelaan sesama warga Boalemo demi terciptanya rasa keadilan kepemimpinan dan pembangunan di daerah tercinta, Kabupaten Boalemo.

Lagi pula kata Marlin, semua program digagas pasangan MAHARAJA berbasis kepentingan elemen masyarakat bawah. Mulai dari program bantuan 10 ribu ternak sapi, bantuan beras rakyat miskin (Raskin), program 1 dokter 1 desa, beasiswa perguruan tinggi bagi anak-anak keluarga kurang mampu, pemerataan infrastruktur jalan dan jembatan, hingga bantuan motor box bagi pedagang sayur dan ikan keliling.(nn)



















