Newsnesia.id
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
Newsnesia.id
No Result
View All Result
Home ATR BPN Kota Gorontalo

Cerita Petani Anggur Duyu Bangkit: Reforma Agraria Tak Hanya Soal Tanah, tapi Juga Kemandirian

by NN Indonesia
11 November 2025
in ATR BPN Kota Gorontalo, Kota Palu, Nasional, Sulteng
Reading Time: 2 mins read
Kampung Reforma Agraria

NEWSNESIA.ID, Palu – Kampung Reforma Agraria Duyu Bangkit di Kelurahan Duyu, Kota Palu, Sulawesi Tengah, menjadi bukti program Reforma Agraria bukan sekadar penyertipikatan tanah, namun juga memberdayakan masyarakat hingga tercipta kemandirian ekonomi. Sekelompok warga yang sempat tinggal di tenda pengungsian pasca bencana Palu 2018, berhasil merubah lahan bekas tempat pembuangan sampah menjadi kebun anggur penggerak ekonomi warga sekitar.

“Kami buat kebun anggur ini dari nol sekali. Semangat kita, jalan saja dulu agar bisa bangkit dan punya penghasilan. Awalnya kami buat seadanya, tahun pertama rugi. Akhirnya tahun 2021 BPN masuk dan membantu kami dengan koordinasi ke pemerintah kota. Alhamdulillah setelah BPN masuk, banyak hal berubah,” kenang Saifuddin (45), Ketua Kelompok Tani Duyu Bangkit, saat ditemui di kebun anggurnya, Senin (03/11/2025).

Kebun anggur seluas 30×34 meter persegi ini berdiri di atas tanah yang dipinjamkan oleh mertua salah satu petani. Keterbatasan modal membuat enam anggota pertama harus menggadaikan BPKB motor untuk membeli bibit dan perlengkapan dasar. Bagi Saifuddin dan anggota kelompoknya, usaha gerilya yang dilakukan tidaklah mudah.

Saifuddin jadi sangat bersyukur, pada tahun 2021, Kementerian ATR/BPN hadir membawa Reforma Agraria masuk ke desanya. BPN membuka jalan dan berkoordinasi dengan berbagai instansi pemerintah untuk membantu mereka mendapatkan akses infrastruktur, penyuluhan pertanian, bantuan alat, hingga dukungan pemasaran.

“Perjalanannya panjang dan tidak mudah. Sebelum BPN datang, panen pertama kami selalu gagal. Hujan turun, anggur busuk semua. Setelah dibantu BPN, kami bisa memasang plastik UV untuk melindungi tanaman. Sekarang, panen bisa dua hingga tiga kali setahun,” ujar Saifuddin.

Hasilnya pun memuaskan. Setiap petak lahan mampu menghasilkan hingga Rp90 juta setiap panen, angka yang dulu hanya mimpi bagi Saifuddin. Di tahun 2025, terdapat 13 titik kebun anggur yang dikembangkan Kelompok Tani Duyu Bangkit dengan 13 varietas berbeda.

Saat ini, Kebun Anggur Duyu Bangkit telah resmi menjadi Kampung Reforma Agraria binaan Kantor Pertanahan Kota Palu. Wisatawan dari berbagai daerah datang untuk memetik anggur langsung dari kebun, sementara produk mereka dikirim hingga luar kota. “Dulu kami cuma buruh. Sekarang kami bisa mengajak orang lain bekerja di kebun sendiri. Itu baru namanya Reforma Agraria,” ungkap Saifuddin bangga.

Ia sangat mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendampingi kelompoknya hingga bisa menghasilkan manfaat baginya dan masyarakat sekitar Duyu. “Terima kasih banyak untuk BPN Kota Palu dan BPN Sulawesi Tengah. Dari yang dulu tidak tahu, sekarang kami jadi paham. Dari yang dulunya kekurangan, kini kami bisa berdiri sendiri. Reforma Agraria bukan cuma soal tanah, tapi soal bagaimana tanah bisa membuat kami mandiri,” tutup Saifuddin.

Kebun Anggur Kampung Reforma Agraria Duyu Bangkit kini menjadi simbol kemandirian masyarakat Duyu. Warga tidak lagi bergantung pada pekerjaan serabutan karena sudah memiliki sumber penghasilan baru yang lebih berkelanjutan.

Manfaat yang diterima dari Reforma Agraria tidak hanya dinikmati Ketua Kelompok Tani Duyu Bangkit. Salah satu anggotanya, Shamsul Alan (42), jadi saksi lonjakan ekonomi yang dibawa program tersebut.

Sang petani anggur ini, bisa memiliki penghasilan tetap dan lebih stabil sejak Reforma Agraria masuk ke desanya. “Dulu saya berdagang kerudung. Setelah ada kebun anggur ini, saya memutuskan untuk bergabung. Kalau berdagang, kadang untung, kadang rugi. Tapi kalau menanam anggur, hasilnya lebih stabil,” tutur Shamsul Alan. (MW/FT)

 

Tags: Kampung Reforma AgrariaKementerian ATR/BPN
ShareSendTweetShare

Berita Terkait

Rohan Hafas, Managing Director Stakeholders Management
Danantara Indonesia-f.ist
Headline

BUMN di Bawah Danantara Indonesia Gerak Cepat Tanggapi Bencana di Sumatera

29 November 2025
Koordinator Gerindra Regional Sulawesi, Abdul Karim Al Jufri.(f/istimewa).
Nasional

Semua Kader Harus Kompak, Bekerja dan Berdampak untuk Mayoritas Rakyat

26 November 2025
Kepala Kantah Kota Gorontalo Kusno Katili
ATR BPN Kota Gorontalo

Kantah Kota Gorontalo Ikuti Rapat Pembinaan Pelaksanaan Tugas dan Fungsi Tahun 2025

21 November 2025
Next Post
Pengungsi

Dari Pengungsi Jadi Pemilik, Cerita Warga Pejuang Eks Timtim yang Terima Manfaat dari Reforma Agraria

Anggota DPRD Gorontalo Utara, Hendra Nurdin.

Pemda Gorontalo Utara Diminta Tindak Tegas Oknum ASN Terduga Kasus Asusila

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Trending

Gubernur Gusnar Kumpulkan Dewan Pengupahan, Antisipasi Keterlambatan PP Upah Minimum  

18 jam ago
Kampung Reforma Agraria

Cerita Petani Anggur Duyu Bangkit: Reforma Agraria Tak Hanya Soal Tanah, tapi Juga Kemandirian

4 minggu ago

Kapitalisme Digital: Mesin Perusak Mental Generasi Indonesia

2 hari ago
f.ist

GHM Sukses, UMKM Berdaya 

3 hari ago
f.hms

Pasar Murah Nataru, Warga: Sangat Membantu

20 jam ago

Pemprov Gorontalo & Tim Ekspedisi Patriot Dorong Percepatan Pembangunan Kawasan Transmigrasi

1 hari ago
Bupati Boalemo, Drs. Rum Pagau saat memimpin apel KORPRI.(f.dok.pimpinan)

Soal Isu Pengurangan Tansfer Dana ke Daerah, Bupati Rum Pagau Tak Ingin Berdampak pada Tunjangan ASN

3 bulan ago
Bupati Boalemo, Drs. Rum Pagau melantik dan mengukuhkan 2 penjabat kepala desa.(f.dok.pimpinan)

Terbukti Langgar Fakta Integritas, Kepala Desa Baiknya Mundur Sebelum Diberhentikan

2 bulan ago
f.ist

481.6 Ton Benih Jagung Siap Disalurkan di Gorontalo

22 jam ago

Terbaru

Daerah

Gubernur Gusnar Kumpulkan Dewan Pengupahan, Antisipasi Keterlambatan PP Upah Minimum  

by NN Indonesia
9 Desember 2025
0

Gubernur Gusnar Ismail saat beraudiensi dengan Dewan Pengupahan Provinsi Gorontalo. NEWSNESIA.ID, Gorontalo - Gubernur Gorontalo menggelar pertemuan...

f.hms

Buku DAHSAT yang Dahsyat Cegah Stunting

9 Desember 2025
f.hms

Pasar Murah Nataru, Warga: Sangat Membantu

9 Desember 2025
f.ist

481.6 Ton Benih Jagung Siap Disalurkan di Gorontalo

9 Desember 2025

Pemprov Gorontalo & Tim Ekspedisi Patriot Dorong Percepatan Pembangunan Kawasan Transmigrasi

8 Desember 2025
f.hms

5.642 Cetak Sawah Baru di Pohuwato

8 Desember 2025

Kapitalisme Digital: Mesin Perusak Mental Generasi Indonesia

8 Desember 2025
f.hms

Logo GHM Resmi Bersertifikat

8 Desember 2025
f.ist

GHM Sukses, UMKM Berdaya 

7 Desember 2025
f.hms

Melejit Diusia ke 25 Tahun

5 Desember 2025
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman & Kode Etik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.

No Result
View All Result
  • Home
  • Trending
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Balik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.