
POHUWATO-NN- Sungguh malang nasib pasangan suami istri asal Dusun Mekar Indah, Desa Palopo, Kecamatan Marisa. Rumah yang menjadi satu-satunya untuk beristirahat kembali dilalap si jago merah. Peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada Senin (26/01/2026) sekitar pukul 21.00 WITA.
Peristiwa kebakaran ini bukan yang pertama kali dialami pasangan tersebut. Selama delapan tahun menetap di rumah yang berada di belakang Kantor KPU Pohuwato, mereka telah tiga kali mengalami musibah serupa, yakni pada tahun 2022, 2024, dan kembali terjadi di awal tahun 2026 ini.
Mendapat informasi tersebut, Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, didampingi Camat Marisa, Usman Bay, Kabag Prokopim, Ikbal Mbuinga, serta Kepala Desa Palopo, Agus Hulabangga, mengunjungi langsung lokasi kebakaran pada Rabu (28/01/2026).
Bupati Saipul A. Mbuinga menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang dialami korban, terlebih kejadian tersebut telah berulang hingga tiga kali di lokasi yang sama.
“Ini sudah yang ketiga kalinya, selang dua tahun sejak kejadian pertama pada 2022. Kejadian seperti ini perlu kita telusuri lebih dalam, karena terjadi berulang di tempat yang sama, sementara aliran listrik di rumah tersebut tidak ada,”ungkap Bupati.
Ia menegaskan, meskipun kebakaran merupakan musibah yang tidak diinginkan, namun penyebabnya tetap perlu didalami agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
Bupati juga mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati, terutama dalam penggunaan sumber api seperti obat nyamuk bakar yang diletakkan dekat dengan bahan mudah terbakar, maupun penggunaan penerangan tradisional seperti lampu botol yang berisiko memicu kebakaran apabila terjatuh atau terpelanting.
“Termasuk juga menghindari meninggalkan rumah dalam kondisi lampu atau obat nyamuk masih menyala,”pesannya.
Melihat kondisi yang ada, Bupati Saipul menghubungi Ketua Baznas Pohuwato terkait kebakaran rumah, pihaknya berharap ada bantuan dari Baznas untuk korban kebakaran.Rls























